Berita Terkait
Ambon (ANTARA News) - Budaya orang Maluku Pela-Gandong yang menggambarkan kerukunan dan persaudaraan mewarnai pelantikan Cornelis Huwae sebagai Raja Negeri Ema, kecamatan Leitimur Selatan, kota Ambon periode 2012 -2018, Rabu.

Pelantian yang dilakukan Wakil Wali Kota Ambon, Sam Latuconsina itu juga dihadiri ratusan warga Negeri Batu Merah yang beragama Muslim yang memiliki hubungan "Gandong" dengan Negeri Ema.

Warga dari dua desa berbeda agama tetapi memiliki pertalian hubungan saudara itu, menggelar "tari perisai" dengan iringan musik tradisional Totobuang dan sawat untuk menyambut kehadiran Wakil Wali kota Latuconsina bersama sejumlah pimpinan Kota Ambon.

Hubungan persaudaraan itu pun semakin terlihat saat digelar "makan patita" (makan bersama) yang merupakan salah satu tradisi masyarakat di Ambon dan Maluku untuk mewujudkan kebersamaan.

Latuconsina mengatakan, kearifan lokal dalam prosesi penyambutan harus dipertahankan dan dilestarikan dengan budaya Pela Gandong.

"Hubungan basudara (saudara) dengan masyarakat desa sekitar dan gandong Batu Merah harus dilestarikan dengan saling bersilaturahmi bukan hanya saat proses pelantikan raja atau acara adat lainnya, tetapi komunikasi antar warga juga harus terjalin dengan baik," katanya.

Dijelaskannya, budaya yang ditampilkan basudara dua komunitas dua negeri ini menunjukkan kuatnya ikatan persaudaraan antarwarga serta tingginya ketahanan masyarakat yang tidak mudah terpengaruh upaya provokasi yang terjadi di Ambon.

"Kuatnya ikatan persaudaraan menunjukan semakin kuat dan tidak terpengaruh berbagai provokasi untuk mengadu domba warga," ujarnya..

Latuconsina mengakui, pelantikan raja juga merupakan momentum kebangkitan negeri Ema.

"Ema memiliki potensi alam dan budaya adat istiadat yang menarik, selain itu di desa ini juga lahir seorang pahlawan Nasional Johanis Leimena. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi warga Ema," katanya.

Dirinya juga meminta, Raja dan Saniri Lengkap menyusun berbagai program untuk dibahas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kota Ambon.

Penyusunan program harus mengutamakan Lima program prioritas merupakan implementasi dari slogan "Benahi Ambon" yakni masalah kebersihan dengan menjadikan kota Ambon bersih pada waktu siang, terang di malam hari serta penataan parkir dan transportasi.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat melalui pembenahan aparatur birokrasi dan meningkatkan pelayanan publik yang sifatnya komunikatif, populis dan biologis.

Ia menambahkan, Ambon selain sebagai ibu kota provinsi Maluku juga terus dikembangkan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan dan ekonomi serta wisata.

"Bila semua potensi ini diwujudkan maka dipastikan Ambon menjadi kota tujuan wisata bagi wisatawan, dan pembangunan akan merata dengan melibatkan partisipasi seluruh warga," tandasnya.

Cornelis Huwae dilantik sebagai Raja Ema periode 2012 -2018 berdasarkan SK Wali kota Ambon No.257, tertanggal 12 Maret 2012, menggantikan Thomas Hendrik Leimena sebagai pejabat sementara selama enam bulan.
(T.KR-IVA/E001) 

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar