50 Beasiswa untuk Dua Desa di Bantaeng

BANTAENG, SULSEL - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin (kanan) saat menyerahkan Bantuan kepada Siswa Miskin Berprestasi dari Kemendiknas Pusat Bekerjasama Tim Penggerak PKK Bantaeng di Bantaeng, Sulsel, Kamis (6/9). (FOTO ANTA

Berita Terkait
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak 50 orang murid (SD) di Desa Panjang dan Desa Labbo,  Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendapat bantuan beasiswa dari Kementerian Pendidikan Nasional Pusat dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng.

Selain itu, para murid kedua desa tersebut juga diberi pakaian seragam lengkap dengan perlengkapan sekolah lainnya. Serta juga diserahkan bantuan tape recorder untuk Taman Pendidikan Alqur¿an (TPA) serta kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) di dua desa yang sama.

Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng Hj Lies F Nurdin disaksikan Ketua Gabungan Organisasi Wanita Hj Emma Mustadjab dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Hj Aisyah Yasin di Bantaeng, Kamis.

Bantuan itu diserahkan dalam rangkaian Halal Bihalal Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lainnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Abd Karim Bagada mengatakan, kebangkitan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini merupakan komitmen untuk bekerja keras menjadikan Bantaeng sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di bagian selatan Sulsel.

Salah satu indikatornya adalah pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mengalami peningkatan dua kali lipat. Selain itu, sejumlah industri juga telah hadir menyerap tenaga kerja.

Salah satu industri yang segera menyusul dan akan menyerap banyak tenaga kerja adalah industri biji nikel yang diharapkan mulai dibangun 2013 dan beroperasi pada 2014, ujar Bupati.

Keberhasilan pembangunan itu berkat dukungan dari seluruh masyarakat. Ia berharap masyarakat tetap menjaga ketertiban dan ketenteraman agar daerah ini tetap kondusif dan tetap menjadi tujuan investasi.

Ustadz Das'ad Latif yang membawakan hikmah Halal Bihalal menguraikan bahwa kegiatan halal bi halal hanya ada di Indonesia yang artinya saling menghalalkan.

Namun, makna yang ingin kita raih adalah terpeliharanya ukhuwa (persaudaraan). Meski begitu, niat baik tersebut seringkali dirusak oleh gossip, sikap serakah maupun prasangka buruk.

Sebaliknya, kata Das'ad Latif, orang yang bisa menyambungkan persaudaraan (menghidupkan ukhuwah) akan dimudahkan rezekinya, banyak teman dan panjang umur.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk menghidupkan ukhuwah adalah melalui sedekah. Bersedekah itu memperoleh pahala 700 kali lipat, urainya seraya mengemukakan cara melakukan halal bihalal adalah dengan menjabat tangan dan memandang mata lawan.

"Sertai dengan senyuman dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan, bila dimungkinkan sebutkan nama dosa yang telah kita perbuat," ujarnya. (T.KR-MH/F003)  

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar