Mamuju (Antara News) - Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat, siap gandeng Karantina Hewan dalam rangka mengopimalkan pengawasan peredaran bibit tanaman yang ada di wilayah itu.

"Ke depan kami akan membangun kerjasama dengan pihak Karantina baik yang berkedudukan di Makassaer, Mamuju, Palu dan pihak Karantina di kota Medan. Ini penting untuk menghindari beredarnya bibit tanaman palsu masuk ke daerah kita," kata Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan Sulbar, Ir.Tanawali di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, kerjasama dengan Karantina ini dianggap penting seiring dengan maraknya bibit kecambah sawit yang palsu.

"Beredarnya bibit kecambah palsu bukan karena stok dari luar daerah. Kami justeru curiga bibit palsu yang beredar di Polman dikemas di Sulbar dengan mengambil bibit dari Mamuju," katanya.

Ia menyampaikan, 20.000 bibit kecambah palsu yang ditemukan di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) telah dimusnakan.

Tanawali menyampaikan, pemusnahan bibit kecambah itu disaksikan camat, dan Kapolsek Kecamatan Campalagian serta petugas Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Polman, maupun Kepala balai penyuluhan pertanian (BPP) Kecamatan Campalagian dan sejumlah Petugas Disbun Sulbar.

"Pemusnahan itu dilakukan dengan cara dibakar dalam rangka mencegah bibit kecambah itu dimanfaatkan lagi yang dapat menimbulkan bagi masyarakat petani sawit secara luas,"katanya.

Tanawaliu menyampaikan, bibit kecambah ilegal itu disita dari kelompok tani Bina Mitra di Kecamatan Campalagian setelah sebelumnya berhasil diungkap bahwa bibit kecambah milik kelompok tani itu palsu.

Karenanya kata dia, masyarakat diharapkan dapat melaporkan ketika menemukan kecambah illegal tak bersertifikasi agar dapat diwaspadai dan dimusnahkan karena akan merugikan masyarakat bila dimanfaatkan.

Ia juga meminta aparat penegak hukum membantu pemerintah di Sulbar untuk bisa mengawasi peredaran bibit kecambah palsu dari pihak yang tidak bertanggung jawab, karena selain merugikanpetani juga akan merugikan daerah ini karena pendapatan daerah dari hasil perkebunan sawit akan berkurang akibat sawit tidak berproduksi. (Editor : ES Syafei)

Editor: Daniel
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarasulsel.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar