Kamis, 27 Juli 2017

TNI Buat Lubang Biopori Sebanyak 2,9 Juta

id hut tni, biopori, koopsau ii, kodam vii/wirabuana
TNI Buat Lubang Biopori Sebanyak 2,9 Juta
Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Abdul Muis (tengah) membuat lubang resapan Biopori dalam rangka HUT ke-69 TNI di lapangan Makoopsau II, Makassar, Rabu (23/9) foto: Pen Koopsau II
"Sementara satuan jajaran dari Koopsau II sebanyak 1.150.000 serta dari satuan Lantamal IV Makassar dengan jumlah 12.000 lubang resapan biopori," jelasnya saat memberikan sambutan peresmian lubang resapan Biopori di Makoopsau II Makassar.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Satuan TNI dari Kodam VII/Wirabuana, Koopsau II, serta Lantamal VI Makassar berhasil membuat lubang resapan biopori sebanyak 2.957.557 dalam rangka peringatan HUT ke-69  TNI tahun 2014.

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II Marsekal Muda TNI Abdul Muis, di Makassar, Rabu, mengatakan sampai saat ini telah membuat sebanyak 2.957.557 lubang resapan biopori dengan rincian satuan jajaran Kodam VII/Wirabuana sebanyak 1.795.557 lubang.

"Sementara satuan jajaran dari Koopsau II sebanyak 1.150.000 serta dari satuan Lantamal IV Makassar dengan jumlah 12.000 lubang resapan biopori," jelasnya saat memberikan sambutan peresmian lubang resapan Biopori di Makoopsau II Makassar.

Untuk kedepan, pihaknya berharap agar jumlah resapan biopori bisa terus bertambah. Jajaran TNI juga yakni dengan respon positif dan keikutseertaan instansi, lembaga dan elemen masyarakat terkait pentingnya pembuatan lubang resapan biopori bagi pelestarian lingkungan yang dicanangkan langsung pimpinan TNI tersebut.

Menurut dia, terbatasnya lahan resapan serta penggunaan air tanah yang berlebihan dibeberapa daerah secara tidak langsung menyebabkan penurunan permukaaan tanah. Kondisi itu mengakibatkan sulitnya mendapatkan air yang berkualitas baik.

Selain itu, lanjut dia, keseimbangan lingkungan yang seharusnya dilestarikandan dijaga justru semakin rusak dan tidak terkendali belakangan ini.Apalagi pada saat musim penghujan justru beberapa wilayah khususnya di jajaran Koopsau II sangat rentan terjaidnya bencana banjir dan tanah longsor.

Dalam menyikapi hal itu maka perlu adanya gerakan pelestarian lingkungan yang dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan tentu dengan pembuatan lubang resapan biopoi yang kini telah menjadi program nasional.

Keberadaan lubang resapan juga dapat memaksimalkan air yang meresap sehingga menambah air tanah, membuat kompos alami dari sampah organik, mengurangi genangan air yang dapat menimbulkan penyakit, maksimalkan persan flora dan fauna serta mencegah terjaidnya erosi dan bercana tanah longsor.

"Mengingat manfaat yang besar itu maka kita berharap pembuatan lubang resapan yang telah dilakukan jajaran TNI bsa diikuti dan digalakkan oleh seluruh instansi, termasuk lembaga pendidikan dan elemen masyarakat,"katanya.

Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Bachtiar, juga berharap dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat dalam program tersebut. Dirinya juga berterima kasih bagi seluruh undangan yang hadir pada acara peresmian yang sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan teleconference dengan Panglima TNI.

Pada acara peresmian lubang resapan bipori tersebut juga dihadiri Kapolda Sulselbar, perwakilan Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar, Rektor Unhas, UMI, Rektor UNM, serta dinas kehutanan Pemprov Sulsel dan Dinas pertamanan Kota Makassar. ES Syafei

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2014

Baca Juga