Rabu, 29 Maret 2017

Monyet khas Sulawesi berkeliaran di jalan raya

id monyet, maros
Monyet khas Sulawesi berkeliaran di jalan raya
Seekor monyet tanpa ekor jenis (Macaca maura) khas Sulawesi menyantap pisang yang diberikan pengguna jalan di pinggir hutan jalan poros Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (6/5). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Saya kasih langsung diambil. Rata-rata mereka berebutan saat makanan dibagikan ...
Maros, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Puluhan kawanan monyet hitam jenis macaca maura khas Sulawesi bermunculan di Jalan Raya Poros Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat.

Monyet itu terihat menunggu pengendara yang melintas membuang makanan kepada mereka.
Beberapa diantaranya nekat mendekati manusia untuk meminta makanan dan sangat berani mengambil makanan dari tangan pengendara.

"Saya kasih langsung diambil. Rata-rata mereka berebutan saat makanan dibagikan bahkan mereka terlihat bertengkar ketika tidak mendapatkan makanan dari kawanannya," ujar Umar (38) saat melintas di jalan tersebut.

Kawanan satwa dilindungi ini diketahui sebelumnya jarang menampakkan diri kepada manusia, sebab hidupnya hanya bergantung hasil hutan karst dii wilayah Kabupaten Maros dan Pangkep, Susel.

Kuat dugaan stok makanan di dalam hutan sudah mulai habis, sehinggga satwa ini mulai keluar hutan untuk mencari makanan. Karena keseringan mendapat makanan dari pengendara yang melintas akhirnya menjadi rutinitas.

"Biasanya kalau pagi menjelang siang dan sore menjelang malam para monyet ini keluar di pinggir jalan. Kadang-kadang menjadi tontonan pengendara saat melintas dan dikasi makanan baik itu buah dan makanan instan lainnya," ujar Aco salah satu warga sekitar.

Berdasarkan pengamatan beberapa monyet tersebut terlihat terluka pada bagian pantat dan tubuhnya. Terlihat bekas sayatan benda tajam.

Kemungkinan itu dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Diketahui populasi hewan tersebut mulai berkurang yang sebelumnya diperkirakan mencapai 4.000 ekor lebih.

Selain itu tidak terlihat adanya petugas margasatwa maupun pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Maros untuk melakukan rehabilitas terkait dengan populasi hewan ini yang bisa saja terancam punah karena tidak ada perhatian khusus.

Hal ini terbukti banyaknya monyet yang dikenal dengan nama lokal `dare` ini mencari makanan bukan pada tempatnya dan mengandalkan makanan yang diberikan manusia saat melintas di tempat itu.

"Pemda Maros perlu memperhatikan secara serius, begitupun petugas margasatwa. Bisa saya monyet-monyet itu menyerang manusia apabila tidak diberikan makanan. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah karena ada kehawatiran tersendiri dan harus segera disikapi," ucap Iqbal diketahui aktivis lingkungan saat berada ditempat itu.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga