Minggu, 24 September 2017

Obyek Wisata Bantimurung Maros dipadati wisatawan

id bantimurung, maros
Obyek Wisata Bantimurung Maros dipadati wisatawan
Bantimurung Maros (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
"Ada peningkatan yang sangat besar selama libur panjang dari kemarin sampai hari ini ...
Maros, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Wisata air terjun Bantimurung di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dipadati para wisatawan lokal maupun nasional untuk mengisi liburan panjang selama empat hari.

"Ada peningkatan yang sangat besar selama libur panjang dari kemarin sampai hari ini. Kemungkinan akan bertambah sampai akhir pekan nanti," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Bantimurung Andi Akbar di Maros, Jumat.

Ia menyebutkan hingga Kamis 5 Mei 2016 jumlah pengunjung yang datang tercatat lebih dari empat ribu orang. Pengunjung bukan hanya dari Makassar, Sulsel tapi ada dari Jawa, Kalimantan, bahkan daerah terjauh yakni Papua.

"Kalau hari biasa pengunjung biasanya lebih dari seratusan orang dan akhir pekan biasanya antara seribu sampai seribu lima ratus orang kalau lagi ada kegiatan besar," katanya.

Saat ditanyakan berapa perkiraan jumlah wisatawan yang datang ke Bantimurung hingga akhir pekan nanti, dia mengatakan bisa mencapai sepuluh ribu orang lebih bila ditotalkan secara keseluruhan kunjungan wisatawan.

Menurut dia, objek wisata di Bantimurung selain air terjun beberapa objek lainnya seperti goa mimpi serta permainan-permainan lainnya juga disediakan pengelola sebagai bagian dari pelayanan.

Tarif masuk bagi wisatawan lokal, dikenakan Rp25 ribu sementara domestik sekitar Rp50 ribu per orang. Kendati tempatnya jauh dari keramaian kota, namun tempat wisata ini sudah menjadi sejarah dan ikon dari Kabupaten Maros.

Sementara bagi penyedia jasa ban dalam mobil untuk dipakai wisatawan sebagai pelampung juga mendapatkan keuntungan yang cukup berlimpah selama liburan kali ini.

Harga yang ditawar Syamsiah selaku pemilik jasa ban bervariasi antara Rp15 ribu-Rp20 ribu per ban. Harga tersebut tergantung ukuran besar dan sedang ban yang digunakan wisatawan.

"Kalau ban dalamnya besar seperti truk itu bisa Rp20 ribu per ban dan yang sedang berukuran ban mobil biasa hanya Rp15 ribu biasa juga dikasih Rp10 ribu kalau uangnya pas," beber dia.

Dirinya mengungkapkan sejak Kamis dan hari ini keuntungannya mencapai ratusan ribu dan terus bertambah karena semakin banyak orang akan menggunakan jasanya.

"Mudah-mudahan Jumat ini banyak, kemarin lumayan bisa pakai bayar uang sekolah dan jajan anak sebulan. Kami tetap bersyukur kepada tuhan rezeki didapat hari ini dan selanjutnya berapa pun itu," katanya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga