Kamis, 20 Juli 2017

16.000 siswa Makassar akan ikuti bela negara

id siswa baru, bela negara, disdikbud makassar
16.000 siswa Makassar akan ikuti bela negara
Ilustrasi-Sejumlah siswa mengikuti pendidikan bela negara pada acara Cerita Inovasi Tanah Air Indonesia di Balai Pertemuan Wirabuana, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (5/12). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
"Seluruh siswa baru berjumlah 16 ribu orang terdiri SMP dan SMA se Kota Makassar ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Dinas Pendidikan Kota Makassar, Sulawesi Selatan mewajibkan seluruh siswa baru Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMU) akan mengikuti pendidikan bela negara.

"Seluruh siswa baru berjumlah 16 ribu orang terdiri SMP dan SMA se Kota Makassar akan mengikuti pendidikan bela negara di Markas Yonif Raider dan Yon Armed," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Makassar Ismunandar, Minggu.

Pendidikan bela negara tersebut, kata dia, akan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Juli 2016 dan dibuka secara resmi Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti serta Komandan Kodim setempat.

"Nantinya semua siswa akan mengikuti sehari penuh pendidikan tersebut sebagai bekal mereka mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, mereka akan dibagi menjadi dua kelompok besar guna mengikuti meteri," paparnya.

Pendidikan bela negara menurut Ismunandar penting dilakukan sebagai bagian dari pendidikan dini bagi siswa untuk menghargai dan menghormati bangsanya sendiri termasuk menjaga martabat negara.

Pihaknya berhartap program bela negara tersebut dapat menanamkan sifat disiplin para siswa serta menghargai simbol-simbol negara termasuk memahami nilai dasar negara untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara.

"Maraknya perilaku kekerasan, begal juga geng motor rata-rata pelakunya masih bersatus pelajar inilah yang menjadi acuan dalam pelaksanaan bela negara. Kami berharap sebagai tenaga pendidik bisa mengikis dan menekan perilaku kriminal tersebut kalau perlu tidak ada lagi aksi seperti itu," harapnya.

Sebelumnya, Menteri Anies Baswedan telah mengelurkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya (Permendikbud) momor 18 tahun 2016 tentang penghapusan Masa Orientasi Siswa (MOS) sebagai bagian dari antisipasi budaya perpeloncoan yang berujung pada kekerasan siswa.

Hal ini kemudian mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar membuat cara baru dengan mewajibkan seluruh siswa baru diketahui berjumlah 16 ribu siswa SMP dan SMA se Kota Makassar mengikuti pendidikan bela negara.

Dinas Pendidikan Kota Makassar mengantinya dengan kegiatan penyambutan siswa baru dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah atau PLS pada saat awal masuk sekolah pada Senin, 18 Juli 2016.

Diketahui jumlah SMA Negeri berjumlah 26 unit sekolah SMA swasta 40 unit sekolah, Madrasyah Aliah Negeri (MAN) lima sekolah, MAN swasta tiga sekolah. Selanjutnya SMK Negeri 12 unit sekolah dan SMK swasta berjumlah 54 unit sekolah yang tersebar wilayah Makassar hingga perbatasan Kabupaten Gowa dan Maros, Sulawesi Selatan.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga