Mahasiswa Sydney kunjungan lapangan ke mitra MAMPU

id universitas sydney, mitra mampu, bakti
Mahasiswa Sydney kunjungan lapangan ke mitra MAMPU
Lusia Palulungan (kanan) menjelaskan Program MAMPU pada mahasiswa Universitas Sydney saat berkunjung di kantornya, Makassar, Jumat (22/7). (ANTARA FOTO/Suriani Mappong)
"Kehadiran mahasiswa ini untuk menelaah Program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU)...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 12 orang mahasiswa Universitas Sydney melakukan kunjungan lapangan ke mitra MAMPU Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) di Sulawesi Selatan.

"Kehadiran mahasiswa ini untuk menelaah Program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) terkait dengan penguatan sumberdaya perempuan dari sisi sosial dan ekonomi, termasuk kebijakan yang pro kemiskinan dan pro gender," kata Program Manager BaKTI MAMPU Lusia Palulungan di Makassar, Jumat.

Menurut dia, mahasiswa asal Australia itu didukung oleh New Colombo Plan dari Departement of Foreign Affairs and Trade (DFAT) untuk belajar dari Indonesia mengenai isu-isu perempuan di negeri ini.

Program MAMPU ini secara nasional didukung oleh Pemerintah Australia melalui lembaga donor AusAid untuk kegiatan penguatan perempuan pada 18 provinsi di Indonesia oleh sembilan mitra.

"Khusus di Sulsel, BaKTI MAMPU memiliki empat wilayah dampingan yakni Kota Makassar, Kota Parepare, Kabupaten Maros dan Pangkep," kata Lusia.

Sementara itu, lanjut dia, terdapat empat tema sentral yang menjadi konsentrasi dari masing-masing lembaga mitra. Khusus dampingan MAMPU BaKTI di Sulsel fokus pada penguatan DPRD dalam penganggaran pemerintah yang "pro poor dan pro gender".

Sedang ketiga isu lainnya yaitu isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), isu keberlanjutan lembaga NGO serta isu pengorganisasian kelompok masyarakat dan advokasi kebijakan.

Sementara itu, Deputy Director The University of Sydney Dr Elisabeth Kramer mengatakan, mahasiswa tersebut setelah meninjau di lapangan dan berbaur dengan masyarakat dampingan dari Program MAMPU di Sulsel dan Jakarta, ditugaskan membuat laporan dan mempresentasikannya sebelum kembali ke Australia.

Hal itu dibenarkan tiga orang mahasiswa perwakilan Universitas Sydney yakni Ciaan Perera, Jessica Hume dan Madeleine white.

"Kami sangat terkesan dan senang berada di tengah-tengah masyarakat dampingan, khususnya ketika bisa melihat langsung, bukan sekedar mendapat informasi dari koran dan sebagainya," kata Ciaan.

Sejak tiba di Makassar 17 Juli 2016 ke-12 mahasiswa itu berpencar pada empat lokasi dampingan MAMPU sesuai dengan bidang tugasnya. Selanjutnya menyelesaikan laporan tertulisnya dan kembali ke negaranya pada Sabtu (23/7). 

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga