Film uang panai tayang perdana 25 Agustus 2016

id film, uang panai
Film uang panai tayang perdana 25 Agustus 2016
Sutradara film Uang Panai (Uang mahar) Asril Sani (tengah) bersama para pendukung film garapannya memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, Senin (22/8). (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
"Berdasarkan survei perfilman, ada 12 film yang akan diputar di dalam waktu dekat, dan film Uang Panai berada di momor satu...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Film Uang Panai atau uang mahar karya anak Makassar, Sulawesi Selatan yang diproduksi Makkita Cinema Produksi akhirnya resmi ditayangkan di sejumlah bioskop pada Kamis, 25 Agustus 2016.

"Berdasarkan survei perfilman, ada 12 film yang akan diputar di dalam waktu dekat, dan film Uang Panai berada di momor satu dan paling dinantikan para penonton," tutur Eksekutif Produser Wachyudi Muchsin dalam keterangan kepada pers di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin.

Pemutaran film uang panai tersebut, kata dia, akan di putar di 21 kota di Indonesia dan secara serentak dilakukan. Selain itu lanjut Muchsin, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga merespon film tersebut.

"Pak JK sangat care atau peduli dengan film uang Panai dan rencananya akan ikut menyaksilkan film ini," papar dia.

Pemain pria Reza Hardian, berperan sebagai Tumming asisten pengantin Ancha (M Zoel Ikram) Noer mengatakan film uang panai ini menjadi fenomenal di sejumlah daerah di Indonesia.

Film drama komedi tentang uang panai ini untuk mengedukasi dengan artian uang panai kepada masyarakat atau sebagai penghargaan kepada calon pengantin. Namun kini sudah bergeser menjadi keharusan dan kewajiban bagi calon pengantin pria ketika ingin melamar calon mempelai perempuannya.

Bahkan ini mendapat atensi luar biasa dari berbagai kalangan, untuk tiket film uang panai sudah bisa membeli diawal sebelum film itu diputar di bioskop.

Sementara sutradara film Uang Panai Halim Gani Safia menuturkan pembuatan film ini dibuat secara spontan dan langsung dikerjakan naskahnya setelah mendapat judul tersbut yang terbilang unik.

"Kita bikin film ini komedi romantis mengingat tema yang diangkat sangat sensitif. Difilim ini kita mengajak orang-orang merenungkan kembali dengan santai apakah uang panai itu menghargai wanita," beber dia di Smoothers Trans Studio Mal Makassar.

Sutradara lainnya Asril Sani pada kesempatan itu menambahkan film uang panai akan menjadi film pertama dengan konteks lokal dan bisa dinikmati secara nasional.

Meski demikian penggarapan film uang panai ini diproduksi selama setahun, dirinya berharap kedepan tidak ada lagi dikotomi antara film buatan lokal dan nasional karena kualitas sebuah film adalah menyampaikan makna dan tujuan dari film tersebut.

"Harapan kami kedepan tidak ada lagi namanya film lokal dan nasional, selama masih bisa diterima orang tentu itu menjadi sebuah kemajuan meski itu tetap menjadi bisnis," tambahnya.

Menurut Produser Film Uang Panai Amril Nuryan film ini mengangkat isi sosial, sebab menjadi hal itu halangan bagi para pria yang ingin menikah di tanah Bugis-Makassar. Film itu dibintangi talenta orang Makasar seperti Muh Zoel Ikram Noer, Nur Fadilah, Cahya Arynagara, Aulia Qalbi, dan dua komediannya yakni Tumming dan Abu.

Selain itu film berdurasi 120 menit itu didukung penyanyi legendaris Katon Bagaskara dan aktris Jane Shalimar. Katon juga menyumbangkan lagu terbaru berjudul `Duniaku Duniamu" yang menjadi original sountrack.

Selain lagu Katon, dua lagu karya band Makassar Uyee dengan judul `Silariang` (bawa lari) dan Sahabat ikut berkontribusi dalam memperkaya musik dalam film itu sehingga penonton tidak bosan dan ikut larut dalam alur cerita film uang panai.

Film ini akan diputar di 21 kota yang masuk list seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Manado, Gorontalo, Palu, Bau-bau, Lombok, Mataram dan Makassar.

Dalam sinopsis film ini mengisahkan perjuangan seorang pria bernama Anca (Muh Zoel Ikram) bertekad untuk menikahi belahan jiwanya yang bernama Risna (Nur Fadilah). Hubungan keduanya dilatarbelakangi kejadian indah di masa lalu hingga mereka terpisah karena Ancha mendapat beasiswa di luar daerah.

Keduanya kemudian dipertemukan kembali ketika Ancha pulang kampung yang membawa mereka kembali kepada nostalgia masa lalu. Meski demikian Ancha tidak pernah berani mengutarakan perasaannya karena perbedaan strata sosial dengan Risna. Namun Risna terus memberikan harapan untuk menjalin hubungan lebih serius.

Namun sayang, tidak mudah bagi mereka menyatukan hati dalam ikatan suci pernikahan. Permintaan Uang Panai dari orang tua Risna melampaui batas kemampuan keluarga Ancha.

Demi menjaga budaya Siri` (Malu) Ancha menyanggupi uang panai dan berjuang keras untuk memenuhi persyaratan tersebut. Ancha mempunyai dua sahabat setia bernama Tumming dan Abu, mereka selalu memberikan dukungan yang tulus kepada mereka meski punya tantangan, lucu dan unik dalam kondisi apapun, termasuk saat mendapatkan uang panai tersebut.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga