Kamis, 21 September 2017

OJK : Pertumbuhan perbankan syariah Sulsel melambat

id ojk, perbankan syariah, sulsel, bambang kiswono
OJK : Pertumbuhan perbankan syariah Sulsel melambat
Kepala OJK Regional VI, Bambang Kiswono (FOTO/OJK)
"Untuk akhir triwulan II ini pada dasarnya tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif meski...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui pertumbuhan perbankan syariah di Sulawesi Selatan per triwulan II 2016 mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015.

Kepala OJK Regional VI, Bambang Kiswono di Makassar, Senin, mengatakan meski mengalami penurunan atau perlambatan dibandingkan periode sebelumnya namun tetap mengalami pertumbuhan positif dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia.

"Untuk akhir triwulan II ini pada dasarnya tetap menunjukkan pertumbuhan yang positif meski memang agak melambat dibandingkan triwulan sebelumnya," kata dia.

Mengenai penurunan aset perbankan syariah, ia menyebutkan hal itu terjadi karena beberapa faktor termasuk pengaruh atau dampak melambatnya pertumbuhan aset kelompok bank swasta. Meski mengalami penurunan namun kondisi itu dinilai masih normal.

Pihaknya juga terus berupaya untuk mendorong peningkatan perbankan syariah termasuk di antaranya dengan melaksanakan Keuangan Syariah Fair 2016 (KSF-2016) di Makassar, Sulawesi Selatan pada 20-23 Oktober 2016.

Untuk pelaksanaan KSF-2016 ini, kata dia, akan menghadirkan atau menawarkan berbagai produk investasi guna meningkatkan transaksi berkonsep syariah.

"Kami ingin mengenalkan berbagai macam produk investasi syariah kepada masyarakat baik dari perbankan maupun dari industri keuangan nonbank syariah termasuk asuransi dan pembiayaan syariah," jelasnya.

Ia menjelaskan, pihaknya memang sengaja melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan acara tesebut. Apalagi ini bisa menjadi ajang promosi yang efektif bagi masyarakat luas tentang pentingnya atau menariknya konsep syariah.

Untuk lebih mempermudah pelanggan, kata dia, pihaknya telah menyiapkan penawaran produk investasi syariah yang murah mulai dari harga Rp100.000.

Dengan nilai sekecil itu, kata dia, maka nasabah sudah bisa menabung sebagai investasi di kemudian hari.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga