Jumat, 28 Juli 2017

Pemeran film Athirah hadir di Makassar

id film, athirah, jusuf kalla, cut mini
Pemeran film Athirah hadir di Makassar
Pemeran Uchu dalam film 'Athirah', Christoffer Nelwan (kiri) dan pemeran Athirah, Cut Mini (kanan) memberikan keterangan kepada media saat menggelar konferensi pers di Makassar, Rabu (28/9). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
"Kami hadir di sini untuk bersama-sama dengan teman pers, keluarga Pak JK...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemeran tokoh utama Film Athirah hadir di Makassar menjelang peluncuran pemutaran perdana film yang menggambarkan kehidupan keluarga Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK).

"Kami hadir di sini untuk bersama-sama dengan teman pers, keluarga Pak JK, para pemerhati sinema dan masyarakat untuk nonton bareng malam ini," kata pemeran tokoh Athirah, Cut Mini di Makassar, Rabu.

Menurut dia, film drama ini memberikan gambarkan budaya lebih lengkap dan utuh. Kisah kehidupan perempuan dengan karakter Bugis yang kuat diadaptasi dari sebuah novel yang dirilis akhir 2013.

Tokoh yang juga pernah membintangi film "Laskar Pelangi" ini mengungkapkan, keterlibatannya dalam film Athirah ini menjadi ajang reuni baginya dengan sutradara dan penulis skenario ternama Mira Lesmana dan Riri Reza.

Selain Cut Mini, hadir pula tokoh JK masa remaja yang diperankan Christoffer Nelwan dan Indah Permata Sari sebagai Ida remaja. Termasuk tokoh JK yang kerap dipanggil Ucu yang diperankan Nino Prabowo dan tokoh Ida dewasa oleh Tika Bravani.

Sementara itu, Riri Reza pada kesempatan yang sama mengatakan, pihanya tertarik mengangkat kisah drama sosok Athirah, karena memiliki karakter dan budaya yang kental serta mampu membawa pesan-pesan moral.

Untuk memahami betul kehidupan Suku Bugis Makassar, maka "Co-writer" inipun langsung terbang ke Sulawesi Selatan untuk memulai proses riset dan penulisan skenario bersama Salman Aristo.

"Athirah adalah kisah dedikasi dan pengorbanan seorang Ibu, siapapun dapat merasakan kekuatan cinta Athirah untuk keluarganya," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya mengajak untuk menyaksikan karya generasi muda yang melibatkan pemain dan kru lokal yang menambahkan khazanah film ini.

Sementara Mira Lesmana mengatakan, Rumah Produksi Miles Films dalam memproduksi karya-karyanya sangat konsen untuk mengangkat budaya nusantara.

"Ini bertujuan untuk memperkenalkan kebhinnekaan kita yang patut dijaga dan untuk memahami lebih jauh," katanya.

Tak heran jika Reputasi Miles Films dengan produkstivitasnya mampu melahirkan karya-karya yang dapat bersaing di festival nasional dan internasional seperti Vancouver International Film Festival, Singapore International Film Festival dan Deauville Film Festival.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga