Jumat, 28 Juli 2017

Stikes Fatimah tamatkan 340 calon tenaga kesehatan

id stikes fatimah, calon tenaga kesehatan, mamuju
Stikes Fatimah tamatkan 340 calon tenaga kesehatan
Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Fatimah di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (15/11). (ANTARA FOTO/Aco Ahmad)
"Stikes Fatima merupakan salah satu lembaga pendidikan yang aktif dalam melahirkan tenaga medis...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Fatimah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, kembali menamatkan 340 calon tenaga kesehatan yang dinyatakan berhasil menyelasaikan studi pada sekolah berbasis kesehatan yang ada di daerah itu.

"Stikes Fatima merupakan salah satu lembaga pendidikan yang aktif dalam melahirkan tenaga medis setiap tahunnya, baik yang akan menmgab di Sulawesi Barat ataupun di seluruh Indonesia," kata Ketua Stikes Fatimah Mamuju, Sapriadi dalam acara rapat senat terbuka luar biasa di salah satu hotel di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, Stikes yang dulunya dikenal dengan Akademi Keperawatan (Akper) Fatimah ini kali ini telah menamatkan para calon tenaga medis sebanyak 340 orang Wisudwan, Wisudawati dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda.

"Tahun 2016 ini, Stikes Fatimah menamatkan sebanyak 340 Wisudawan, Wisudati yang terdiri dari, D3 Keperawatan sebanyak 43 orang, D3 Kebidanan sebanyak 43 orang, S1 Keperawatan sebanyak 71 orang, dan profesi Ners sebanyak 157 orang" terang Sapriadi.

Sapriadi menambahkan sampai dengan tahun 2016 jumlah Alumnus keseluruhan dari lembaga pendidikan yang ia pimpin berjumlah 3.011 orang yang siap mengabdi di seluruh rumah sakit yang telah melakukan hubungan kerja sama dengan Stikes Fatimah.

"Stikes Fatimah memiliki hubungan kerja sama dengan beberapa Rumah Sakit diantaranya, RSUD Kabupaten Mamuju, RSUD Provinsi Sulawesi Barat, RSUD Kabupaten Mamuju Tengah, RSUD Kabupaten Badung Bali, Rumah Sakit Jogja Internasional Hospital dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," tambah Sapriadi.

Bupati Mamuju, Drs. H. Habsi Wahid, yang hadir dalam acara wisuda tersebut menyampaikan, hal yang paling penting dalam acara wisuda adalah mengevaluasi sudah sejauh mana keterlibatan dalam masyarakat terkait dengan pendidikan dan kesehatan.

Bagi para wisudawan, wisudawati, harus mengintrospeksi diri sudah sejauh mana ketekunan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama bangku perkuliahan, dimana tuntutannya bukan hanya sekedar menerima ijazah atau diwisuda.

Tapi, katanya, pasca acara ini lulusan ini akan bergabung di tengah masyarakat, sebagai masyarakat, sebagai kelompok kerja, sebagai sarjana yang akan memberikan pengabdian di tengah-tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Mamuju, ungkap Bupati Mamuju.

Habsi Wahid juga meminta kepada seluruh wisudwan dan wisudawati, agar mempersiapkan diri untuk terjun dimasyarakat, sehingga pada saat melakukan pengabdian di masyarakat dapat menerapkan ilmu-ilmu yang telah didapatkan selama menempuh jenjang studi di perkuliahan.

"Bukan hanya menjadi pencari kerja tapi kita harapkan saudara-saudara juga akan terjun di masyarakat sebagai duta penyedia kerja," katanya.

Banyak hal yang bisa dilakukan, seperti membentuk klinik-klinik kesehatan di Desa, membantu pelayanan pustu dan puskesmas, itu bisa dijadikan rujukan dalam melakukan pengabdian nantinya setelah mendapatkan gelar hari ini.

Dalam acara wisuda tersebut, dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Barat, Bupati Mamuju, Perwakilan DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Mamuju, Perwakilan Kapolres Mamuju dan Dandim 1418 Mamuju, jajaran pengurus Stikes Fatimah Mamuju dan para orang tua Wisudwan/Wisudawati. 

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga