Selasa, 22 Agustus 2017

Presiden Jokowi resmikan Pelabuhan Perikanan Untia Makassar

id jokowi, pelabuhan perikanan, untia
Presiden Jokowi resmikan Pelabuhan Perikanan Untia Makassar
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti (kedua kiri) berinteraksi dengan nelayan usai meresmikan Pelabuhan Perikanan (PP) Untia di Makassar, Sabtu (26/11). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
"Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar kedua di Tanah Air...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Presiden Joko Widodo (Jokowi)   didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pelabuhan Perikanan Untia Makkasar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Presiden Jokowi dan rombongan tiba di pelabuhan yang berada di Jalan Salodong, Untia, Kecamatan Biring Kanaya, Kota Makassar, sekitar pukul 09.00 Wita.

Tampak hadir dalam peresmian itu antara lain Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mentan Amran Sulaiman, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Johan Budi SP.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pelabuhan Untia adalah pelabuhan perikanan yang sudah lama direncanakan. Pelabuhan itu dirintis sejak 10 tahun lalu dan dinyatakan rampung tahun 2016.

Menurut dia, peresmian pelabuhan tersebut merupakan sebuah bentuk kehormatan dan apresiasi yang diberikan Presiden Jokowi untuk pencapaian Sulsel karena dari seluruh daerah di Nusantara, Sulsel masuk sebagai salah satu daerah yang terbaik.

"Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar kedua di Tanah Air dan bisa menampung setidaknya 500 kapal tiap hari dan dilengkapi fasilitas memadai seperti pengisian bahan bakar," kata Syahrul.

Syahrul berharap Pelabuhan Untia menjadi titik baru percepatan yang memperlancar seluruh aktivitas nelayan tangkap di Sulsel. Apalagi, Selat Makassar menyimpan sumber daya perikanan yang sangat potensial hingga bernilai ratusan trilliun rupiah.

"Dan kalau itu terjadi, pengembangan perikanan akselerasinya, khususnya kawasan timur akan sangat cepat. Ini harus diapresiasi," kata Syahrul.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga