Selasa, 25 Juli 2017

UNM Makassar kukuhkan dua guru besar

id guru besar, unm
UNM Makassar kukuhkan dua guru besar
Pengukuhan Prof Dr Patang SPi MSi sebagai Guru Besar bidang Ilmu Agribisnis dan Prof Dr Anwar Ramli SE MSi sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi di Menara Pinisi UNM, Makassar, Selasa (27/12). (FOTO/Dokumentasi)
"Investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) itu penting dan mutlak adanya ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Universitas Negeri Makassar mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi yang dipimpin langsung Rektor UNM Prof Dr Husain Syam M TP pada rapat senat terbuka pengukuhan guru besar di Ruang Teater Menara Pinisi Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Dua guru besar yang dikukuhkan itu masing-masing Prof Dr Patang SPi MSi sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Agribisnis dan Prof Dr Anwar Ramli SE MSi sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Ekonomi.

"Investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) itu penting dan mutlak adanya untuk pembangunan ekonomi suatu negara terutama negara berkembang termasuk Indonesia," kata Prof Dr Anwar Ramli ketika membawakan pidato pengukuhannya yang berjudul "Economic Contemplation: Arus Invetasi Asing Dampaknya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia" itu.

Menurut dia, investasi asing atau penanaman modal asing memang banyak menguntungkan untuk Indonesia. Tetapi, disamping itu, investasi asing berdampak negatif bagi Indonesia.

Pencairan keuntungan yang sebesar-besarnya akhirnya akan melahirkan praktik eksploitasi oleh perusahaan asing melalui pemberian upah buruh yang murah, upah SDM lokal lebih murah daripada penanaman modal, bagi hasil yang tidak sebanding dengan kerusakan yang timbul dan harus ditanggung oleh pemerintah setempat atau masyarakat itu sendiri.

Oleh karena itu, ia menyarankan sebaiknya pemilik modal nasional diprioritaskan untuk mendapatkan porsi yang lebih besar daripada pemilik atau para investor asing.

"Investasi ini akan melahirkan diskriminasi pendapatan antara pegawai asing dan pegawai lokal sehingga pada umumnya pendapatan pegawai lokal lebih murah dibandingkan dengan pegawai asing,"ujarnya.

Sementara Prof Dr Patang dalam kesempatan yang sama menyampaikan orasi ilmiahnya yang berjudul "Pengembangan Udang Windu Melalui Pembantutan Probiotik dan Pengendalian Lingkungan".

Dalam orasinya pria kelahiran Mandai ini menyampaikan bahwa perkembangan tambak udang di Indonesia dan Sulawesi Selatan pada khususnya terus berkembang yang ditandai dengan pembukaan dan perluasan areal pertambakan baru, sementara perkembangan luasan tambak udang belum diikuti oleh peningkatan produksi udang.

Untuk itu, Prof Patang menawarkan solusi dalam pengembangan tambak udang dengan penerapan pembantutan tokolan udang, aplikasi probiotik dan pengendalian lingkungan. Dengan penerapan tersebut akan meningkatkan produksi udang dan nilai tambah bagi petani tambak.

Upacara yang berlangsung lancar dan khidmat ini turut dihadiri Rektor UIT Makassar, Ketua Yapmi Makassar, Ketua Sekolah Tinggi Teknik Kelautan Makassar, Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Kab. Gowa, serta para Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Makassar. 

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga