Selasa, 23 Mei 2017

Kebijakan Donald Trump Tidak Pengaruhi Kinerja Usaid

id donald trump, usaid, konsul amerika, sdn 1 gunungsari
Kebijakan Donald Trump Tidak Pengaruhi Kinerja Usaid
Konsulat Jendral Amerika di Surabaya, Heather Variara (tengah) menyapa siswa di SD Negeri 1 Gunungsari di Makassar, Sulsel, Kamis (26/1). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Kebijakannya tentu tidak akan berpengaruh besar, karena USAID ...
Makassar (Antara Sulsel) - Konsulat Jendral Amerika di Surabaya, Heather Variara mengatakan kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan Presiden Amerika Donal Trump tidak akan berpengaruh besar terhadap rencana kinerja United States Agency for International Development atau USAID.

"Kebijakannya tentu tidak akan berpengaruh besar, karena USAID yang menentukan pendanaannya adalah Kongres, bukan presiden Amerika," kata Variara saat kunjungan di SD Negeri 1 Gunungsari, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurutnya, USAID adalah Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika yang bersifat badan independen dari pemerintahan Amerika Serikat dan bertanggungjawab atas bantuan untuk bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan serta kemanusiaan untuk negara-negara lain di dunia.

Selain itu dirinya menjawab pertanyaan wartawan seputar bantuan pendanaan pengembangan pendidikan Sumber Daya Manusia di Indonesia terkait kerja sama bidang pendidikan yakni `Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia`s Teachers, Administrators and Students` atau USAID Prioritas, dimulai 2012 akan berakhir pada pertengahan 2017, kata dia tetap diusahakan.

"Kami tidak akan berhenti memberikan bantuan meskipun masa kerja berakhir tahun ini. Untuk perpanjangan kerja sama tetap diajukan kepada Kongres apakah dilanjutkan kerja sama ini atau tidak. Selain itu, kerja sama- bentuk lainnya untuk Indonesia akan kita jalankan," sebutnya.

Selain itu kebijakan pada program peningkatan pendidikan selama ini di Indonesia ditangani USAID Prioritas sejak empat tahun terakhir dinilai memuaskan dengan menghasilkan sumber daya tenaga pengajar sangat baik dari sebelumnya.

"Kami akan tetap berusaha agar program-program untuk peningkatan mutu pendidikan di Indonesia terus berjalan, tetap kongres menentukan itu, tapi kami berharap bisa dilanjutkan kembali," harap Variara.

Mengenai dengan kebijakan-kebijakan Presiden Donald Trump pada masalah pendidikan, lanjutnya, tetap dilihat kebijakan apa yang akan dikeluarkan, pihaknya berharap bantuan pendidikan bagi negara-negara berkembang diperlukan.

Sebelumnya, Direktur Misi USAID Erin McKee bersama Konsulat Jendral Amerika di Surabaya, Heather Variava melakukan kunjungan pada dua sekolah binaan Program USAID Prioritas yakni SD Negeri 1 Gunungsari di Makassar dan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Dirinya menyaksikan sendiri perubahan pola pengajaran guru semenjak USAID Prioritas masuk didalam sistem pengajaran berbasis aktif. Saat peninjauan di kelas dia melihat langsung proses belajar mengajar dan berbicara dengan guru serta siswa metode diterapkan sangat efektif.

Tidak hanya itu, Variara juga bertemu dengan para komite sekolah aktif dalam membantu memfasilitasi pembelajaran di kelas bersama guru. Tidak hanya itu sejumlah pembimbing juga terlihat aktif memberikan masukan.

"Komunitas di sekitar sekolah sangat aktif terlibat dalam membantu para guru mengajar dengan lebih baik. Sekolah-sekolah ini menunjukkan komitmen yang tinggi meningkatkan kualitas pembelajaran dan dampaknya memperlihatkan komitmen mereka," katanya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga