Sabtu, 24 Juni 2017

Wawali Makassar Serahkan Beras Sejahtera Non Tunai

id syamsu rizal, jokowi, videoconference, beras sejahtera non tunai
Wawali Makassar Serahkan Beras Sejahtera Non Tunai
Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal saat menyerahkan secara simbolis bantuan beras sejahtera (rastra) non tunai kepada masyarakat prasejahtera di Makassar, Kamis (23/2). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
"Program pemerintah mrlalui bantuan rastra ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih sejahtera...
Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal MI menyerahkan secara simbolis bantuan beras sejahtera (rastra) non tunai kepada masyarakat prasejahtera di ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan itu.

"Program pemerintah mrlalui bantuan rastra ini diharapkan mampu menjadikan masyarakat lebih sejahtera ke depan," ujar Deng Ical - sapaan akrab Syamsu Rizal usai menggelar dialog sambungan jarak jauh (videoconference) dengan Presiden Joko Widodo di Makassar, Kamis.

Dia mengatakan, program bantuan pangan non tunai (BPNT) ini akan didistribusikan secara bertahap kepada warga prasejahtera dan sekaligus sebagai pengganti program subsidi beras masyarakat miskin (raskin) yang sebelumnya telah dijalankan.

Deng Ical mengungkapkan terobosan pemberian bantuan non tunai oleh pemerintah ini dapat mengurangi distorsi, sehingga penyaluran bantuan itu lebih tepat sasaran.

"Ini akan mengurangi distorsi sehingga bantuannya akan lebih tepat sasaran. Jadi sekarang ini tidak ada lagi istilah warga miskin atau miskin sekali karena yang ada adalah prasejahtera," katanya.

Pemberian bantuan rastra ini juga dilakukan bersama lembaga lembaga terkait seperti Kementerian Sosial, Dinas Sosial Makassar, lembaga perbankan yakni Bank Indonesia, BRI dan BNI.

Menurut dia, pemberian bantuan rastra ini melalui kartu elektronik selain mampu `meng-update` kemampuan masyarakat, juga dapat memperkecil kemungkinan penyalahgunaan dana.

Selain itu, lanjut dia, pemberian bantuan ini terus mengalami penyempurnaan sesuai kebutuhan masyarakat, yang diperbarui setiap tahun, sehingga juga dibutuhkan pemantuan dari berbagai pihak, terutama pemerintah kelurahan, RW dan RT.

"Kami berharap ke depan, penerima rastra ini semakin berkurang, yang dibarengi dengan semakin sejahteranya masyarakat, dan semakin terbukanya peluang usaha melalui kredit usaha yang disediakan oleh pihak perbankan," tambahnya.

Proses pengambilan rastra tersebut diawali dengan pengisian formulir pembukaan rekening, dan selanjutnya penerima rastra dapat menggunakannya untuk berbelanja pada agen lembaga keuangan digital (LKD) berupa beras 10 kg dan 2 kg gula.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga