Kamis, 22 Juni 2017

Syahrul: Sulsel Tetap Lokomotif Ekonomi Indonesia Timur

id gubernur sulsel, ekonomi sulsel
Syahrul: Sulsel Tetap Lokomotif Ekonomi Indonesia Timur
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai pembicara pada acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional di Makassar, Selasa (7/3). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
"Menurut catatan saya, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,02 persen dengan jumlah uang yang beredar lebih dari Rp300 triliun...
Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menegaskan di tahun 2017 Sulsel tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi kawasan timur Indonesia (KTI).

"Menurut catatan saya, pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,02 persen dengan jumlah uang yang beredar lebih dari Rp300 triliun. Ini menunjukkan bahwa Sulsel tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia," kata Syahrul di Makassar, Selasa.

Syahrul yang tampil sebagai pembicara pada acara Diseminasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional dengan tema "Mempersiapkan Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi 2017-2018" di Makassar, menyebutkan data Bank Indonesia juga menunjukkan bahwa kontribusi ekonomi Sulsel di KTI mencapai 18,32 persen, sementara Pulau Sulawesi mencapai 49 persen.

Untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Sulsel agar tetap menjadi penggerak kawasan, lanjut Syahrul, pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi.

"Pertama, perbanyak uang yang beredar di Sulsel, dan caranya tunjukkan bahwa Sulsel itu bukan cuma miliknya orang Bugis Makassar, tetapi juga milik orang Maluku, Papua, Kalimantan, NTT, dan NTB, agar mereka datang dan melakukan kegiatan ekonomi di sini," jelas Syahrul.

Strategi selanjutnya, kata dia, adalah meningkatkan ekspor produksi komoditas Sulsel.

"Komoditas ekspor ini pun harus dipikirkan mulai dari hulu ke hilir agar ada pertambahan nilai yang besar," tambahnya.

Yang ketiga, lanjutnya, Sulsel harus mampu melayani kebutuhan pasar nasional, khususnya kebutuhan pangan mulai kebutuhan beras, ikan, hingga daging.

Strategi lain, kata dia, adalah dengan memberikan kemudahan investasi dengan proses perizinan yang cepat.

"Perizinan tidak kenal hari, kalau bisa dalam hitungan menit tidak perlu lama-lama kalau persyaratannya lengkap," ujarnya.

Pihaknya juga telah berupaya memotong biaya logistik kontainer yang awalnya harus melalui Jakarta atau Surabaya, kini dapat dilakukan langsung dari Makassar.

Dampaknya, kata Syahrul, jumlah kontainer yang awalnya hanya 40 unit per minggu, kini telah mencapai lebih dari 300 kontainer per minggu.

"Hal-hal inilah yang akan menjadi strategi kami untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2017 ini," pungkas Syahrul.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga