Minggu, 20 Agustus 2017

Mojokerto Belajar Penerapan SLRT Di Kabupaten Gowa

id gowa, dprd mojokerto, slrt
Mojokerto Belajar Penerapan SLRT Di Kabupaten Gowa
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa Firdaus (kanan) memberikan kamus populer Bahasa Makassar pada Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo di Sungguminasa, Rabu (8/3). (FOTO/Humas Gowa)
"Kami sengaja datang ke Gowa karena daerah ini salah satu kabupaten di Indonesia yang sudah menerapkan sistem layanan rujukan terpadu ini...
Sungguminasa (Antara Sulsel) - Sebanyak 12 orang anggota Komisi III dan Sekretariat DPRD Kota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk belajar langsung penerapan sistem layanan rujukan terpadu (SLRT).

"Kami sengaja datang ke Gowa karena daerah ini salah satu kabupaten di Indonesia yang sudah menerapkan sistem layanan rujukan terpadu ini," ujar Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo di Sungguminasa, Rabu.

Dia mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Gowa saat ini sudah cukup berhasil program SLRT dan banyak persoalan sosial dituntaskannya dengan cukup baik.

Karenanya, pihaknya berharap keberhasilan program SLRT di Kabupaten Gowa itu bisa diterapkan juga di daerahnya karena persoalan sosial di Mojokerto cukup tinggi.

"Kami ingin berbagi informasi dengan dinas sosial terkait penerapan program SLRT dan penyelesaian persoalan-persoalan sosial yang ada di Kabupaten Gowa sebagai referensi untuk kami terapkan di Kota Mojokerto," katanya.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Firdaus yang menerima langsung rombongan ini menjelaskan, program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) yang merupakan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan dirasakan sangat mendukung.

Karena program yang dijalankannya itu mendukung dalam pencapaian visi dan misi Pemerintah Kabupaten Gowa yang menyentuh langsung ke layanan pemenuhan hak dasar masyarakat, khususnya masyarakat miskin di Kabupaten Gowa.

"Dalam menjalankan program SLRT di Gowa, kita di Dinsos selaku koordinator senantiasa melakukan koordinasi dengan SKPD atau instansi teknis lainnya terkait dengan perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, pemanfaatan data dan informasi, serta pelayanan layanan rujukan di masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut Firdaus menjelaskan, SLRT di Kabupaten Gowa juga terintegrasi dengan Program Pusat Pelayanan Kesejahteraan Anak Integratif (PPKAI), di mana sumber data dan informasi yang akan diolah oleh Tim Pengolah Data P2KAI untuk mendapatkan layanan rujukan bersumber dari data yang ada di SLRT.

"Kabupaten Gowa ini merupakan salah satu kabupaten percontohan dari lima kabupaten/kota tingkat nasional yang mendapatkan program SLRT yang ditentukan langsung oleh UNICEF, sedangkan terkait P2KAI, Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan UNICEF juga telah menetapkan Kabupaten Gowa sebagai percontohan layanan anak integratif nasional beberapa waktu lalu," tambahnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga