Sabtu, 29 April 2017

LKBHMI Nilai Penuntasan Korupsi "Setengah Hati"

id korupsi, kejati sulsel, lkbhmi
"Pejabat yang sekarang ini tidak ada bedanya yang sebelumnya. Penuntasan kasus korupsi yang menumpuk di Kejati...
Makassar (Antara Sulsel) - Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Indonesia (LKBHMI) Makassar menilai penuntasan kasus korupsi di Sulawesi Selatan masih setengah hati, terlebih setelah tidak adanya komitmen dari Kepala Kejati Sulsel Jan Samuel Maringka.

"Pejabat yang sekarang ini tidak ada bedanya yang sebelumnya. Penuntasan kasus korupsi yang menumpuk di Kejati tidak jelas apakah akan diselesaikan atau tetap seperti itu," ujar Ketua Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Indonesia (LKBHMI) Makassar, Habibi Masdin di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, banyaknya laporan yang masuk ke kejaksaan bahkan kasus yang sudah ditangani penyidik selama beberapa tahun terakhir ini, hanya segelintir yang sampai ke persidangan.

Bahkan menurut dia, banyak yang tidak menyentuh pihak yang terlibat dalam suatu perkara secara menyeluruh. Rata-rata dalam penanganan perkara, pihak Kejati baik itu penyelidik maupun penyidik hanya berani menyentuh dan menyeret tersangka yang menjadi aktor timbulnya kerugian negara.

"Jelas ini membuktikan secara nyata bahwa Kejati Sulsel terkesan tebang pilih dalam penanganan perkara karena hanya mampu menyasar dan menyeret tersangka dari kalangan kecil saja," jelasnya.

Sementara kalangan atas seperti pejabat, lanjut dia, pengusaha dan elit politik sangat jarang sekali tersentuh yang kemudian menimbulkan banyak pertanyaan.

"Ada beberapa contoh kasus yang menunjukkan bahwa Kejati Sulsel kurang mampu menegakkan aturan hukum yang berkeadilan," katanya.

Kejati menurut dia, masih 8terkesan melindungi serta menutup-nutupi sejumlah perkara yang ditangani di mana seharusnya setiap perkara yang ditangani Kejati berhak juga diketahui oleh masyarakat bukannya malah ditutup-tutupi atau sengaja dikaburkan.

Bahkan kata Habibi, setiap perkara yang ditangani Kejati hanya panas diawal saja, setelah itu perkara yang ditangani itu adi melempem setelahnya.

"Ada banyak kasus kok yang diangkat dan dibesar-besarkan. Tapi belakangan perkaranya hilang dan sudah tidak lagi terdengar perkembangannya," bebernya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga