Dubes: Kemitraan Inggris-Indonesia Wujudkan IPTEK Unggul

id dubes inggris, moazzam malik, iptek unggul
"Harapannya adalah untuk research (penelitian), teknologi dan inovasi...
Jakarta (Antara Sulsel) - Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik mengatakan kemitraan Inggris dan Indonesia terkait pendanaan penelitian bertujuan untuk mewujudkan budaya ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia (Iptek) yang unggul dan bertaraf internasional.

"Harapannya adalah untuk research (penelitian), teknologi dan inovasi yang nyata yang akan memberi manfaat kepada masyarakat Indonesia tetapi juga untuk menciptakan kebudayaan ilmiah, kebudayaan riset bertaraf internasional," kata Dubes Moazzam Malik dalam sambutannya pada peringatan satu tahun dana kemitraan UK-Indonesia Science and Technology Fund di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jakarta,  Rabu.

Dia menuturkan harapan Indonesia ke depan untuk meningkatakan daya saing di kancah dunia internasional maka perlu sumber daya manusia yang bersaing di tingkat dunia termasuk dunia penelitian,inovasi dan teknologi.

"Bersama-sama kita telah membuat komitmen pendanaan kurang lebih 8 juta poundsterling untumenstimulasi komunitas-komunitas Iptek di kedua negara untuk berkolaborasi," ujarnya.

Untuk meningkatkan peran ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap pembangunan Indonesia sekaligus membawa kegiatan riset Indonesia ke tataran internasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi  bersama pemerintah Inggris melalui British Council di Indonesia dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Maret 2016 telah meluncurkan kemitraan penguatan dan pendanaan riset dan inovasi bernama UK-Indonesia Science & Technology Fund.

"Newton Fund adalah bentuk kemitraan yang kami tawarkan di mana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi berkerja sama stakeholders (pemangku kepentingan) di Inggris dan Indonesia untuk mengidentifikasi topik-topik pengembangan Iptek yang menjadi prioritas bersama," tutur Dubes Moazzam yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Dia mengatakan kerja sama melalui pendanaan pengembangan penelitian Iptek itu diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang nyata dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekaligus untuk menciptakan kecerdasan bangsa.

"Partisipasi berbagai lembaga ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan budaya Iptek unggul di Indonesia, " tuturnya.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga