Selasa, 25 April 2017

Wagub Tinjau Pembangunan Jalan Layang Maros-Bone

id wagub sulsel, jalan layang, maros-bone
Wagub Tinjau Pembangunan Jalan Layang Maros-Bone
Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang (kanan) meninjau lokasi proyek pembangunan jalan layang Maros-Bone segmen pertama di Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (5/4). (FOTO/Humas Pemprov Sulsel)
"Kami ingin memastikan proyek jalan layang segmen pertama ini berjalan sesuai jadwal," kata Agus di sela peninjauan tersebut.
Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Wagub Sulsel) Agus Arifin Nu`mang meninjau lokasi proyek pembangunan jalan layang Maros-Bone segmen pertama di Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu.

"Kami ingin memastikan proyek jalan layang segmen pertama ini berjalan sesuai jadwal," kata Agus di sela peninjauan tersebut.

Pembangunan jalan layang poros Maros-Bone ini, menurut Agus, rencananya akan dibangun secara bertahap dalam empat segmen.

Untuk segmen pertama jalan ini akan dibangun dengan target panjang 3,5 kilometer, dengan panjang 315 meter jalan layang, panjang pembangunan jalan baru 400 meter, panjang pelebaran sekitar 2,8 kilometer, dengan lebar jalan secara keseluruhan 11 meter.

"Kalau tahun pertama ini sesuai jadwal, tahun depan akan berlanjut pengerjaannya untuk segmen yang lain," ujar Agus.

Sementara, menurut Konsultan Proyek Asri, perkembangan pembangunan jalan layang untuk segmen pertama telah mencapai 47 persen.

"Apabila pengerjaannya sesuai jadwal, maka jalan layang segmen pertama akan rampung November 2017 mendatang," jelasnya.

Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar, pembangunan jalan layang segmen pertama di kilometer 48 Jalan Poros Maros Bone dengan nilai kontraknya Rp167,68 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2015-2017.

Adapun alokasi pagu dana tahun 2015 sebesar Rp30 miliar, tahun 2016 Rp60 miliar, dan tahun 2017 Rp79,745 miliar. Apa bila jalan ini rampung, maka masyarakat yang akan menuju Bone tidak perlu lagi melewati terowongan dan jalan yang berkelok.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga