Ratusan Peziarah Samana Santa Tertahan di Bolok

id samana santa, larantuka, pelabuhan bolok
Ratusan Peziarah Samana Santa Tertahan di Bolok
Sejumlah penumpang memasuki kapal ferry yang sedang berlabuh di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang, NTT, Selasa (11/4). (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Kupang (Antara Sulsel) - Sekitar 500 peziarah yang akan berangkat ke Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengikuti prosesi Samana Santa tertahan di Pelabuhan Bolok Kupang.

"Ada 500 lebih peziarah yang tidak bisa diangkut. Kami sudah melakukan komunikasi dengan kapten kapal dan petugas Syahbandar tetapi tidak bisa diangkut karena berkaitan dengan keselamatan pelayaran," kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTT, Barthol Badar, di Kupang, Selasa.

Para peziarah yang ditolak itu bukan saja masyarakat umum, tetapi juga utusan dari peroki-peroki, utusan wanita Katolik dan mahasiswa yang memang sudah disiapkan untuk berangkat menggunakan kapal yang disiapkan Pemerintah NTT.

Menurut dia, lebih dari 400 peziarah tidak terdaftar dalam rombongan tetapi berkeinginan untuk mengikuti proses Samana Santa di Larantuka, karena mendengar adanya kapal gratis yang disiapkan pemerintah.

Namun Pemerintah NTT tidak bisa mengakomodir semua peziarah karena kapasitas kapal yang disiapkan terbatas.

"Kita siapkan kapal untuk 2.000 peziarah, tetapi yang mau berangkat ke Larantuka lebih dari 2.000 peziarah. Kapal hanya bisa angkut 2.130 orang. Itupun sudah melebihi," katanya menjelaskan.

Dia juga meminta pengertian dari semua peziarah yang tidak terangkut dan berharap bisa membantu di tahun-tahun mendatang.

Mengenai kemungkinan pelayaran ekstra, dia mengatakan Pemerintah NTT hanya mengalokasikan anggaran untuk dua kapal dan sudah digunakan semuanya.

Kalaupun ada pelayaran ekstra, hanya bisa dilakukan operator Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP), karena tidak digunakan pemerintah untuk mengakut peziarah.

Hanya saja, untuk melakukan pelayaran ekstra merupakan kewenangan operator, tentu dengan mempertimbangkan armada kapal yang tersedia, katanya menambahkan. 

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga