Selasa, 25 April 2017

Robert Alberts Akui Tertekan Hadapi Persela

id psm makassar, robert rene alberts, persela lamongan
Robert Alberts Akui Tertekan Hadapi Persela
Pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert (ANTARA FOTO/Abd Kadir)
Makassar (Antara Sulsel) - Pelatih Kepala PSM Makssar Robert Rene Alberts mengaku dalam tekanan menghadapi laga perdana klub yang ditanganinya dengan Persela Lamongan pada kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, 16 April 2017.

Robert Rene Alberts di Makassar, Sabtu, mengatakan laga perdana selalu menjadi sulit dan tidak mudah diprediksi sehingga butuh konsentrasi penuh demi meraih hasil yang positif.

"Saya kira, setiap pelatih dari kompetisi manapun akan mengalami tekanan di laga perdana. Saya hanya berupaya untuk fokus agar pertandingan bisa berjalan seperti yang diharapkan," katanya.

Tekanan bagi tim pelatih asal Belanda itu, juga dikarenakan sejumlah hal seperti status tim "Juku Eja" sebagai tuan rumah yang membuat suporter tentu ingin hasil yang sempurna di kandang sendiri.

Selain itu, komposisi tim PSM Makassar diperkuat sejumlah pemain berpengalaman seperti Hamka Hamzah, Syamsul Chaeruddin, Rizky Pellu, Zulkifli Syukur termasuk pemain asing penuh talenta Wiljan Pluim yang membuat publik begitu berharap hasil sempurna dari PSM.

"Saya kira tekanan itu merupakan bagian dari sepak bola. Artinya untuk masalah tekanan, siapapun pelatihnya jika menghadapi laga perdana akan lebih tertekan dan kita harus siap menghadapinya," jelas dia.

Dirinya juga meminta agar setiap pemain bisa tampil maksimal dan menjalankan instruksi seperti yang diharapkan.

Dukungan suporter juga akan dijadikan sebagai tambahan motivasi dan bukan sebaliknya sebagai tekanan karena secara kualitas, PSM Makassar memang lebih baik.

Robert secara dingin menanggapi dimajukannya jadwal laga Liga 1 antara tim "Juku Eja" melawan Persela Lamongan di Stadion Mattoanging Makassar yang sebelumnya 17 April dipercepat menjadi 16 April 2017.

Menurut dia, dirinya hanya bisa pasrah dengan keputusan yang telah diputuskan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi.

"Kita mau apa selain mengikuti apa yang telah diputuskan. Kita tidak bisa berbuat apa-apa terkait keputusan itu," ujarnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga