Sabtu, 22 Juli 2017

Tingkatan Daya Saing Bekraf Gelar Kompetisi FSI

id bekraf, food starup indonesia
Tingkatan Daya Saing Bekraf Gelar Kompetisi FSI
Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Sugeng Santoso (tengah) memberikan sosialisasi terkait FoodStartup Indonesia di Makassar, Sulsel, Jumat (21/4). (ANTARA FOTO/Darwin Fatir)
"Kami ingin menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif sub sektor kuliner...
Makassar (Antara Sulsel) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebagai lembaga pemerintah non kementerian bertanggungjawab dibidang ekonomi kreatif kembali menggelar roadshow kompetisi dan konferensi Food Startup Indonesia (FSI) di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Kami ingin menjaring potensi pelaku usaha ekonomi kreatif sub sektor kuliner dari berbagai daerah di Indonesia melalui perhelatan Foodstartup Indonesia, untuk meningkatkan daya saing," papar Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso di Makassar, Jumat.

Roadshow Bekraf ini kata dia, merupakan sosialisasi kompetisi dan konferensi FSI. Bekraf memotivasi pelaku bisnis yang menyediakan jasa atau produk kuliner selama satu hingga lima tahun, serta memiliki ide kreatif, rekam jejak transaksi atau produksi.

Selain itu, inovasi produk, model bisnis yang unggul, traksi (traction) termasuk segmen pasar, hingga potensi ditingkatkan skalabilitasnya, dan mampu menarik investor untuk mendaftar dan berpartisipasi pada FSI 2017, serta memperoleh materi pembuatan dan cara mempresentasikan pitch deck.

Menurutnya, Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf memfasilitasi pelaku usaha ekonomi kreatif untuk meningkatkan kapasitas melalui kompetisi dan konferensi foodstartup dengan mentoring terhadap beberapa hal diatas yang dipresentasikan dalam pitch deck.

"Materi roadshow FSI ini diantaranya adalah membuat pitch deck yang sesuai dengan kriteria termasuk bagaimana cara mempresentasikan pitch deck yang menarik di hadapan investor," tuturnya.

Bagi peserta dengan pitch deck lolos kurasi, lanjutnya, akan mengikuti mentoring dan `pitching` dalam `demoday` digelar di Bali pada 22-24 Mei dan di Bandung pada 17-19 Juli 2017, dimana peserta foodstartup memaparkan `pitch deck` (pitching) di hadapan mentor.

Diketahui, sebanyak 20 foodstartup terbaik dari Bandung dan Bali akan bersaing dengan 10 startup dari Foodstartup Indonesia pada 2017 di Final Pitching Day, Jakarta pada Agustus. Juri terdiri dari berbagai elemen termasuk investor.

"Foodstartup ini diharapkan mampu meningkatkan ekosistem ekonomi kreatif sub sektor kuliner dan memberikan akses permodalan bagi pengembangan usaha ekonomi kreatif sehingga produktivitas dan nilai tambah meningkat," tambahnya.

Sedangkan sosialiasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan program Deputi Fasilitasi HKI dan regulasi Bekraf disampaikan Robinson H Sinaga. Dalam penyampainya diperlukan HKI dalam mematenkan sebuah produk apapun jenisnya untuk mempertahakan hak pembuatnya.

"Semua produk pasti ada hak milik, sebab ini penting agar produk-produk yang dihasilkan tidak gampang diambil orang, dan tentu akan mendapatkan keuntungan besar kepada pemiliknya bila orang-orang suka memakai produk itu," papar dia dihadapan peserta.

Kota Makassar masuk kota ketiga untuk kompetisi tersebut setelah di Medan dan Lombok. Direktorat Akses Non Perbankan, Deputi Akses Permodalan Bekraf sebagai penyelenggara menggandeng Direktorat Fasilitasi HKI, Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Regulasi. Sebanyak 100 startup dari subsektor kuliner mendaftar pada Foodstartup Indonesia di Makassar.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga