Rabu, 20 September 2017

RSUD Bulukumba Gelar Pelatihan Manajemen Nyeri

id bulukumba, pelatihan manajemen nyeri, rsud h andi sulthan daeng radja
RSUD Bulukumba Gelar Pelatihan Manajemen Nyeri
Suasana pelatihan manajemen nyeri bagi petugas kesehatan RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba di Bulukumba, Rabu (26/4). (FOTO/Syamsurya Pratama)
Bulukumba (Antara Sulsel) - Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba menggelar Pelatihan Manajemen Nyeri untuk petugas kesehatan terutama perawat dan bidan.

Direktur Utama RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba Dr H Abd Rajab di Bulukumba, Jumat, mengatakan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan memberikan pelayanan kepada pasien, dan merupakan tindak lanjut dari hasil survey simulasi akreditasi yang telah dilaksanakan pada 20-23 Maret yang lalu.

"Oleh karena itu kami memberikan amanah kepada Bidang Keperawatan bekerjasama dengan diklat pengembangan sumber daya manusia untuk melaksanakan kegiatan ini," ujar Abd Rajab.

Pelatihan manajemen nyeri diikuti 75 peserta dengan pemateri dua orang dokter spesialis anastesi dan seorang perawat anastesi, yang berlangsung di lantai dua rumah sakit tersebut, Rabu (26/4).

Terpisah, Kepala Seksi Rawat Khusus RSUD Bulukumba Irawati, mengatakan surveyor akreditasi merekomendasikan agar minimal 80 persen perawat dan bidan perlu mendapatkan pelatihan manajemen nyeri.

Sementara itu, Kepala Seksi Rawat Jalan dan Rawat Inap Andi Baso Tombong, menambahkan pengelolaan nyeri salah satu pelayanan yang perlu ditingkatkan kualitasnya mengingat hampir semua pasien masuk ke rumah sakit dengan keluhan nyeri (sakit pada bagian tubuh tertentu).

Menurut Andi Baso pemahaman tentang manajemen nyeri yang baik masih belum optimal.

"Oleh karena itu, pelatihan ini memang langkah yang tepat untuk dilaksanakan mengingat jumlah perawat/bidan di RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja sekitar 315 orang, maka pelatihan ini rencananya akan dilakukan dalam 3-4 tahap pelaksanaan, sehingga target minimal 80 persen di atas dapat tercapai," imbuhnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga