Kamis, 27 Juli 2017

Sekda Sulbar Harap Masyarakat Bersatu Setelah Pilkada

id sekda sulbar, ismail zainuddin, pilkada
Mamuju (Antara Sulbar) - Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengharap masyarakat agar bersatu setelah pilkada dan telah ditetapkan pasangan Ali Baal Masdar dan Enny Angraeni Anwar gubernur dan wakil gubernur Sulbar terpilih periode 2017-2022.

"Pilkada telah usai dan telah ditetapkan pasangan gubernur dan wakil gubernur Sulbar terpilih melalui sidang paripurna istimewa DPRD Sulbar," kata Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin di Mamuju, Jumat.

Ia mengatakan situasi dan kondisi Sulbar diharapkan tetap berjalan dan kembali normal seperti biasa, dan jangan terjadi kelompok-kelompok dalam masyarakat.

"Perbedaan pilihan yang pernah ada merupakan hal yang biasa, namun jangan menyebabkan kita sebagai keluarga menjadi tercerai-berai," katanya.

Ismail menyampaikan Pilkada Sulbar yang telah digelar pada 15 Februari 2017 terlaksana dengan baik, tertib, aman, jujur dan demokratis.

"Setiap tahapan pelaksanaan dapat berjalan lancar dan kondusif, meskipun ada sedikit hambatan dan kendala dalam prosesnya, namun secara umum tidak menggangu Pilkada Sulbar yang aman dan lancar," katanya.

Menurut dia, dengan ditetapkannya Surat Keputusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor:13/PHP, Gub-XV2017 tentang perselisihan hasil Pilkada Sulbar tahun 2017, dan Surat Keputusan KPU Sulbar terkait penetapan hasil rekapitulasi suara Nomor: 05/KPTS/KPU-Prov-033/2017 yang tertuang dalam berita acara Nomor: 34/BA/IV/2017 pada rapat pleno terbuka KPU Provinsi Sulbar pada 27 april 2017, maka seluruh rangkaian pilkada tersebut dinyatakan telah selesai.

"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan berdemokrasi, kemenangan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur terpilih periode tahun 2017-2022 adalah kemenangan bersama, kemenangan bagi seluruh rakyat yang sangat menginginkan kesejahteraan dan kemakmuran," katanya.

Ia bergarap gubernur dan wakil gubernur terpilih nantinya bisa menjaga penyelenggaraan pemerintahan dan tidak diwarnai perbedaan dan diskriminasi karena perbedaan pilihan.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga