Aji Santoso: Kartu Merah Penyebab Kekalahan

id arema malang, psm makassar, aji santoso
Makassar (Antara Sulsel) - Pelatih Arema FC Aji Santoso mengakui jika pemainnya tidak mendapatkan kartu merah atau bisa tampil dengan 11 pemain, tidak akan dikalahkan PSM dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga 1.

Kekalahan Arema FC terjadi dalam pertandingan di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu malam.

Pelatih Aji Santoso mengatakan pada babak pertama atau saat masih bermain dengan 11 pemain justru Cristian Gonzales dan kawan-kawan mampu mengendalikan permainan.

"Dalam pertandingan tadi kami justru mampu menguasai jalannya permainan. saya juga yakin seandainya tidak ada kartu merah maka kami belum tentu kalah dari PSM," katanya.

Ia menjelaskan, kehilangan satu pemain ternyata tetap membuat tim asuhannya mampu mendominasi pertandingan dan mampu melahirkan beberapa peluang yang nyaris berbuah gol.

Melihat semangat pantang meyerah dan motivasi pemain untuk bisa mencuri poin, membuat dirinya tidak lupa memberikan apresiasi.

Ia juga memuji penampilan beberapa pemain seperti Kurnia Meiga, Cristian Gonzales termasuk Juan Pablo Pino.

"Meski kami mengalami kekalahan namun saya sangat bangga dengan pemain saya. Perlu dicatat, PSM sudah dua kali menang setelah ada pemain lawan yang dikeluarkan baik saat menghadapi Persija Jakarta maupun Arema malam ini," ujarnya.

Khusus penampilan Cristian Gonzales, ia mengatakan sudah bermain seperti yang diharapkan.

Ia mengatakan pertahanan dan pengawalan bek PSM yang lebih ketat membuat penyerangnya tersebut sulit meloloskan diri untuk melakukan tendangan.

"Saya kira penampilan pemain sudah bagus termasuk Cristian Gonzales. Saya juga mengucapkan selamat kepada PSM yang keluar sebagai pemenang," jelasnya.

Pada pertandingan tersebut, Arema harus kehilangan satu pemain yakni Junda. Pemain tersebut mendapatkan kartu kuning kedua atau kartu merah dari wasit setelah melanggar Wiljan Pluim.

Mengenai kartu merah tersebut, ia mengatakan tidak ingin mengomentari atau menilai apakah memang layak mendapatkan kartu kuning kedua atau tidak oleh wasit.

"Pertandingan tadi begitu bagus, saya tidak mau menilai apakah kepemimpinan wasit juga sudah baik atau tidak. Biarkan masyarakat yang menilai, apakah pelanggaran itu layak mendapatkan kartu kuning merah (kartu kuning kedua)," ujarnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga