Kamis, 21 September 2017

Gubernur Sulsel Kumpulkan Tokoh Agama Antisipasi Isu Sara

id gubernur sulsel, sara, tokoh agama
Gubernur Sulsel Kumpulkan Tokoh Agama Antisipasi Isu Sara
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) saat dialog dengan tokoh agama, ormas, Polri, TNI dan berbagai unsur lainnya mengantisipasi perkembangan dinamika perpolitikan, serta isu SARA di Makassar, Rabu (17/5). (ANTARA FOTO/Nurhaya J Panga)
"Antisipasi ini terkait dinamika perpolitikan dan isu persoalan keagamaan atau SARA ...
Makassar (Antara Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengumpulkan tokoh agama, ormas, Polri, TNI dan dari berbagai unsur lainnya untuk berdialog mengantisipasi perkembangan dinamika perpolitikan, serta isu SARA.

"Antisipasi ini terkait dinamika perpolitikan dan isu persoalan keagamaan atau SARA di berbagai daerah yang diharapkan tidak terjadi di Sulsel," kata Syahrul seusai pertemuan yang berlangsung di Makassar, Selasa (16/5).

Sekitar 30 orang perwakilan tokoh ini melakukan pertemuan dalam rangka membahas perkembangan dan situasi yang terjadi selama ini di Indonesia, khususnya di Sulsel.

Pada kesempatan itu, Syahrul berharap para perwakilan tersebut bisa menjadi mediator yang baik, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta tidak meresahkan atau membingungkan masyarakat.

"Pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana situasi nasional harus diamankan. Kondisi global saat ini sedang galau, hampir setiap negara memiliki masalah. Apa yang membuat itu karena saat ini hadirnya dunia baru, dunia maya," ujar Syahrul.

Hadirnya dunia maya, menurut Syahrul, membuat dunia menghadapi tantangan baru, termasuk negara. Mengubah pendekatan serta pandangan dan menciptakan budaya baru.

"Banyak hal yang telah dikalahkan oleh peranti teknologi. Kalau dulu Soviet bisa goyang. Sekarang musuh negara bukan lagi senjata nuklir, melainkan teknologi digital yang dimanfaatkan untuk memecah belah," tuturnya.

Ia meminta para tokoh tersebut, ikut menjaga Indonesia yang terdiri dari lebih kurang 700 suku, dan 1.300 bahasa daerah.

"Tantangan kita saat ini adalah limbah digital, jangan sampai terprovokasi dengan informasi yang salah. Postingan-postingan yang tidak terverifikasi harus dicek kebenarannya," ucapnya.

Ia menambahkan, pentingnya generasi saat ini dan generasi mendatang untuk dibentengi ilmu agama.

Setelah berdialog, Syahrul bersama tokoh kemudian syuting bersama untuk video Ramadhan dan berkomitmen bersama siap menjaga kedamaian, ketentraman dan kebersamaan di Sulsel.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga