Jumat, 28 Juli 2017

Harteknas 2017 Hadirkan Teknologi Tercanggih Bidang Kemaritiman

id Harteknas
Makassar (Antara Sulsel) - Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-22 tahun 2017 yang di pusatkan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akan menghadirkan teknologi tercanggih buatan anak negeri di bidang kemaritiman.

"Kita misalnya akan memperlihatkan kapal pelat datar sebagai alternatif pengganti kapal berbahan baku kayu atau fiberglass,"jelas Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Jumain Appe di Makassar, Kamis.

Kapal tersebut di dalamnya sarat dengan hasil teknologi terbaru seperti `fish finder` dari Lapan, `konventer kit` yang mengkonversi bahan bakar dari solar ke gas, dan alat-alat komunikasi terbaru, tambahnya.

Jumain yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Harteknas ke-22 ditemui usai Rapat Koordinasi Steering Committee Persiapan Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-22.

Harteknas yang rangkaian pamerannya berlangsung 9-13 Agustus, dengan puncak peringatan digelar pada 10 Agustus mendatang tersebut, juga akan memperlihatkan Panser Amphibi buatan Pindad yang akan masuk melalui Pantai Losari.

Selain itu juga akan dipamerkan Kapal Selam Tanpa Awak, Kapal Perahu Angkat dan Angkutan Sampah Kita (PATTASAKI), dan teknologi bubu yang baru yang menggantikan cantrang sebagai alat penangkap ikan.

"Kami juga akan memperkenalkan Keramba Jaring Apung, yang memungkinkan nelayan beternak ikan di laut," ucapnya.

Harteknas ke-22 ini, kata dia, bertema "Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan", dengan subtema "Peran SDM dan Inovasi dalam Pembangunan Maritim Indonesia.

Tujuan pemilihan tema tersebut, lanjutnya, untuk mengoptimalkan potensi maritim Indonesia, melalui penerapan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Maritim hanya bisa dikembangkan dengan teknologi, karena pengembangan maritim jauh lebih sulit dari pada pengembangan di darat," tuturnya.

Menurut dia, terdapat serangkaian kegiatan dalam Harteknas ini, diantaranya launching Harteknas ke-22 pada 16 Juni mendatang di Paotere, jalan santai, bakti teknologi, pembagian kaki palsu, dan penanaman padi jenis unggul.

Khusus untuk pameran dan puncak peringatan, jelasnya, akan dipusatkan di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), dan diikuti sekitar 400 booth peserta, dengan target pengunjung sebanyak-banyaknya dan sasaran pengunjung mulai dari siswa, mahasiswa, nelayan, dan masyarakat umum.

"Kita berharap ini tidak hanya bersifat seremonial, oleh karena itu ada bakti teknologi, pameran, dan berbagai event lainnya, kita harapkan nanti presiden yang buka," pungkasnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga