Minggu, 28 Mei 2017

Biro Humas Sulsel Bentuk Ihumas Lawan Hoax

id Pemprov Sulsel, ihumas, hoax, workshop kehumasan
Biro Humas Sulsel Bentuk Ihumas Lawan Hoax
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khadaffi memberikan sambutan pada Workshop Kehumasan se-Sulsel di Makassar, Jumat (19/5). (ANTARA FOTO/La Ode Masrafi)
Makassar (Antara Sulsel) - Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menggagas terbentuknya forum `IHumas` yang dapat menjadi wadah koordinasi bagi para pejabat kehumasan dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulsel untuk melawan `hoax`.

"Forum ini kami harapkan mampu melawan hoax dengan memberikan informasi yang valid dan `up to date` kepada masyarakat," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khadaffi yang ditemui di sela Workshop Kehumasan yang digelar di Makassar, Jumat.

IHumas yang merupakan akronim dari inovasi, humanis, dan profesional ini, kata dia, harus mampu menjadi wadah penyampaian dan sinkronisasi informasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, karena tidak tertutup kemungkinan ada kegiatan pemprov di daerah atau sebaliknya.

"Ini juga dapat mencegah apabila ada pemberitaan yang membenturkan antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota atau antarpemerintah kabupaten/kota," tuturnya.

Nantinya IHumas diharapkan dapat melakukan silaturahmi minimal tiga bulan sekali, dan pelatihan peningkatan kapasitas minimal dua kali setahun.

Sementara terkait Workshop Kehumasan ini, ia berharap dapat meningkatkan kompetensi tenaga kehumasan agar profesional.

"Sasarannya adalah pemerintah daerah mengerti dan mampu menerapkan kerja kehumasan pemerintahan secara baik dan profesional, serta mampu menjaga hubungan dengan media massa," ujarnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan Pemprov Sulsel Andi Herry Iskandar yang membuka Workshop Kehumasan tersebut mengatakan era digital menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kehumasan saat ini.

"Humas harus bergerak lebih cepat menjawab itu. Suka atau tidak suka, menjadi suatu keharusan untuk menyesuaikan kondisi dan mengikuti arus informasi yang mengandalkan teknologi informasi," kata dia.

Mantan pelaksana tugas (Plt) Bupati Maros itu mengatakan, berdasarkan hasil survei bahwa dari 132,7 juta penduduk Indonesia, lebih dari setengahnya sudah menggunakan internet.

"Humas harus manfaatkan internet untuk membangun pencitraan, informasi dan menyosialisasikan program-program pemerintah," pungkasnya.

Workshop kehumasan tersebut menghadirkan pemateri, baik berskala nasional maupun lokal di antaranya Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kasong dan Pimred Tribun Timur Taslim, yang akan mentransfer ilmu mulai praktik kehumasan, digital public relation dan hubungan media.

Workshop ini dihadiri humas organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Sulsel yang digelar selama dua hari, 19-20 Mei.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga