Kamis, 20 Juli 2017

Gorontalo Utara Potensial Kembangkan Pellet Energi

id gorontalo utara, pellet energi, roni imran
Gorontalo (Antara Sulsel) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo sangat potensial mengembangkan pellet energi sebagai sumber energi terbarukan di daerah ini.

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Roni Imran, di Gorontalo, Selasa, mengatakan Pemkab menjajaki kerja sama di bidang energi yaitu menciptakan produk yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi dari sisa pengolahan produk pertanian, perkebunan maupun tanaman yang potensial tumbuh dengan mudah di antaranya tebu dan kaliandra.

Nantinya kata dia, Pemkab akan bekerja sama dengan investor yang khusus memproduksi pellet energi berasal dari komoditas yang mudah didapat dan tersedia melimpah.

Setiap tahun kata Wakil Bupati, petani di daerah ini rata-rata memproduksi padi 5,5-6 ton per hektare, jagung 5-5,5 ton per hektare untuk dua kali musim panen, ditambah produksi kelapa dimana sabutnya bisa dijadikan pellet energi.

Limbah komoditas tersebut, banyak yang hanya dibuang percuma bahkan petani rata-rata hanya membakar limbah produksi padi yaitu sekam, termasuk batang jagung hingga sabut kelapa padahal sangat potensial diproduksi sebagai pellet energi.

Luas lahan kritis yang bisa diolah sebagai areal perkebunan untuk tanaman yang bisa diolah sebagai pellet energi, seperti kaliandra dan tebu pun sangat potensial sebab masih mencapai luasan diatas 50 ribu hektare.

Makanya, Pemkab akan mendorong pengelolaan potensi-potensi pertanian dan perkebunan yang sangat bernilai ekonomis tinggi untuk dijadikan pellet energi yang lebih hemat, sehat dan ramah lingkungan, yang nantinya bisa digunakan masyarakat di desa-desa untuk menjadi solusi mengatasi kelangkaan sumber energi.

Dalam waku dekat kata Wakil Bupati, Pemkab akan mengundang investor yang akan mendorong produksi pellet energi dari daerah ini.

Hasilnya diyakini sangat bermanfaat sebagai upaya menciptakan gerakan hemat energi, serta menambah penghasilan masyarakat terhadap pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan yang sangat banyak.

Diawali dengan menggelar sosialisasi tentang pellet sebagai sumber energi, bahan bakunya serta bagaimana dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat.

"Jika pemahaman itu sudah diketahui meluas oleh masyarakat, barulah bekerja sama dengan pemerintah desa untuk membentuk kelompok masyarakat yang akan fokus memproduksi bahan baku pellet energi untuk dijual kepada investor yang akan diproduksi menjadi sumber energi terbarukan," ujar Wakil Bupati.

Pemkab pun akan mendorong pihak investor untuk membangun pabrik yang akan langsung memproduksi pellet energi di wilayah ini, sehingga hasilnya akan mudah didapatkan masyarakat serta menjadi produk unggulan di bidang energi yang diproduksi langsung di daerah ini.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga