Selasa, 25 Juli 2017

Imigrasi Malaysia Razia Pekerja Ilegal Mulai Malam Ini

id malaysia, razia pekerja ilegal, pati
Imigrasi Malaysia Razia Pekerja Ilegal Mulai Malam Ini
Ilustrasi - Sejumlah TKI diangkut menggunakan truk tahanan imigrasi Malaysia saat tiba di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Selasa (8/12). (ANTARA FOTO/Yohanes Kurnia Irawan)
Kuala Lumpur (Antara Sulsel) - Jawatan Imigrasi Malaysia bakal melakukan razia terhadap pekerja ilegal atau Pekerja Asing Tanpa Izin (PATI) di seluruh negara bagian secara besar-besaran mulai Jumat malam (30/6).

"Pekerja ilegal akan dirazia dan dimasukkan ke tahanan depo-depo imigrasi di seluruh negeri," ujar Dirjen Imigrasi Malaysia Datuk Seri Mustafar Bin Haji Ali dalam jumpa pers berakhirnya program pendaftaran E-Card atau Kartu Pekerja Ilegal Sementara di Kantor Imigrasi Putrajaya, Jumat.

Mustafar menegaskan Jumat ini adalah hari terakhir program E-Card (Enforcement Card) tetapi seperti yang terlihat Kantor Imigrasi masih kebanjiran PATI dan majikan yang mungkin menunggu akan ada penyambungan program ini.

Dia mengatakan pihaknya sudah menyampaikan program E-Card mulai (15/02/2017) dan berakhir pada (30/6) tengah malam serta tidak akan diperpanjang lagi pendaftarannya.

"Majikan-majikan yang datang sebelum jam 11.00 akan kita layani. Yang datang setelah jam 11.00 sukar kita layani karena tidak ada tempat untuk diproseskan. Kita sudah memberikan kemudahan. Jangan salahkan Imigrasi," katanya.

Dia mengatakan ada pekerja Imigrasi yang balik ke rumah jam 03.00 dini hari dan ada yang baru pulang jam 06.00 pagi untuk menyelesaikan pekerjaan E-Card ini.

"Kami akan selesaikan sampai besok pagi. Bukan kami tidak mau melayani tetapi karena sistem di imigrasi juga terbatas. Pegawai kita sudah berupaya semaksimal mungkin," katanya.

Dia mengatakan sejak jam 08.00 Jumat pagi terdapat 155.680 PATI yang telah didaftarkan untuk pengurusan E-Card melibatkan 26.957 majikan.

"E-card yang sudah dikeluarkan 140.746 lembar. Hingga Jumat pagi masih berduyun-duyun tidak hanya di kantor pusat tetapi juga di negeri-negeri. Sasaran kami 400 hingga 600 ribu E-Card," katanya.

Mustafar kecewa karena peluang yang diberikan tidak diambil dari awal karena itu pihaknya Jumat malam ini akan melakukan operasi besar-besaran.

Dia meminta majikan tidak menyalahkan dirinya karena sudah diinformasikan lebih awal.

"Budaya kita menunggu saat-saat akhir dan mereka percaya tidak apa-apa nanti akan disambung kemudian. Saya nyatakan pada 15 Februari bahwa 30 Juni 2017 adalah hari terakhir," katanya.

Dia mengatakan dari jumlah PATI yang mengurus E-Card paling banyak dari Bangladesh, Indonesia, Myanmar dan Nepal.

Program E-Card berlaku untuk para pekerja 15 negara yakni Banglades, Filipina, India, Indonesia, Kazakhstan, Kamboja, Laos, Myanmar, Nepal, Pakistan, Sri Langka, Thailand, Turkmenistan, Uzbekistan dan Vietnam.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga