Senin, 25 September 2017

Presiden Jokowi Berharap Ujaran Kebencian Ditinggalkan

id jokowi, harkopnas, kebencian
Presiden Jokowi Berharap Ujaran Kebencian Ditinggalkan
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) memukul gendang saat peringatan Harkopnas ke-70 di Makassar, Rabu (12/7). (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani)
Makassar (Antara Sulsel) - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berharap ujaran-ujaran kebencian yang dilemparkan orang-orang tidak bertanggungjawab kepada publik sebaiknya ditinggalkan, ini demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jangan sampai tenaga kita, pikiran kita dihabiskan dengan hal-hal tidak produktif, yang kita lihat sekarang ini kecenderungannya kita masuk ke dalam framing itu," papar Jokowi saat membuka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 70 tahun di Lapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Menurut dia, ujaran-ujaran kebencian yang belakangan ini marak terjadi menjadi bagian dari kemunduran bangsa karena tidak saling menghargai. Sementara pada kenyataannya bangsa ini masih diliputi masalah kemiskinan, ketimpangan dan kesenjangan sosial.

"Misalnya, mencela sesama sodara sebangsa dan setanah air, menfitnah, membuat kabar bohong, saling mengejek, saling menyalahkan. Saya kira hal-hal tidak produktif seperti itu bisa kita tinggalkan, saya menyakini, Insya Allah, pertumbuhan ekonomi kita akan lebih baik lagi," harap mantan Gubernur DKI Jakarta dihadapan ribuan penggiat UKM dan Koperasi.

Selain itu, ulas Presiden, melihat kenyataan-kenyataan lain, masalah kemiskinan, ketimpangan dan kesenjangan sosial menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat dan harus dihadapi bersama-sama.

"Oleh sebab itu kita harus gunakan kekuataan dan sumber daya yang dimiliki untuk mengatasi yang berkaitan dengan ketimpangan dan kemiskinan," harap mantan Wali Kota Solo itu.

Mengenai dengan koperasi, data yang diperoleh sumbangan koperasi terhadap perekonomian Indonesia berada pada 3,9 persen. Meskipun itu meningkat dua kali lipat dibanding dua setengah tahun lalu, tetapi coba dibandingkan dengan negara-negara lain berapa kontribusi koperasi terhadap perekonomian negaranya.

"Di Perancis 18 persen, di Belanda 18 persen, di Selandia Baru kontribusinya 20 persen, sekali lagi kita 3,9 persen. Padahal setiap tahun kita berteriak untuk menggerakkan koperasi sebagai soko guru perekonomian negara kita. Inilah pekerjaan besar kita agar kontribusi koperasi terhadap perekonomian secara drastis," ungkapnya.

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Wali Kota Makassar, unsur Musyawarah Pimpinan Daerah, bupati dan ribuan penggiat UKM dan Koperasi

Selain itu Gubernur Jawa Barat, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Jawa Timur sejumlah bupati dari daerah lain juga mendapatkan penghargaan dari Presiden.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga