Sulteng Masih Dibayangi Cuaca Ekstrem

id cuaca ekstrem, bpbd sulteng
Palu (Antara Sulsel) - Sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah beberapa hari ke depan masih dibayangi cuaca ekstrem sehingga perlu mendapat perhatian masyarakat karena berpotensi terjadinya bencana alam banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng, Bartholomeus Tandigala di Palu, Jumat, mengatakan beberapa hari terakhir ini, hujan deras masih saja mengguyur sejumlah daerah.

Bahkan beberapa hari lalu, kata dia, banjir di Kabupaten Sigi, telah menelan korban jiwa dua orang.

Korban meninggal dunia akibat terseret banjir yang datang tiba-tiba.

Selain banjir, juga terjadi longsor di beberapa tempat, termasuk di ruas jalan provinsi yang menghubungan Kota Palu dengan sejumlah wilayah di Kecamatan Kulawi Jaya, Pipikoro dan Gimpu.

Karena itu, masyarakat hendaknya lebih waspada, terutama saat mengadakan perjalanan dengan kendaraan melewati sungai atau kawasan hutan karena banjir dan longsor sewaktu-waktu bisa terjadi saat intensitas curah hujan tinggi.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu pada poros jalan Palu-Napu, ada seorang pengendaran sepeda motor tertimpah pohon saat melintas di kawasan hutan di poros tersebut dan korban meninggal dunia.

Kepala BPBD KOta Palu, Presly Tampubolon juga mengingatkan warga yang bermukim di dekat daerah aliran sungai (das) untuk tetap waspada.

Di Palu, kata dia selain ada satu sungai besar, juga sejumlah anak sungai yang semuanya bermuara menyatu dengan Sungai Palu.

Baik Sungai Palu maupun beberapa anak sungai, semuanya melewati permukiman penduduk sehingga sangat rawan bagi masyarakat yang permukimannya berada di dekat sungai.

Karena itu, Presly mengimbau warga untuk tetap siaga karena banjir sewaktu-waktu bisa terjadi di saat hujan lebat. 

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga