Selasa, 22 Agustus 2017

Komisi I Kecam Tindakan Israel Terkait Al Aqsa

id masjid al aqsa, komisi 1 dpr, israel
Komisi I Kecam Tindakan Israel Terkait Al Aqsa
Mesjid Al Aqsa yang terletak di kota tua Jerusalem dilihat dari udara (wikipedia.org)
Jakarta (Antara Sulsel) - Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari mengecam keras upaya yang dilakukan Israel terhadap situs Masjid Al Aqsa yang merupakan situs yang dilindungi PBB dan milik umat Islam dunia.

"Badan pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO mengeluarkan pernyataan resmi tahun lalu yang menegaskan Masjid Al Aqsa (kompleks Haram Asy-Syarif) adalah situs suci milik umat Islam, jadi segala tindakan kekerasan Israel disana tidak dibenarkan sama sekali, termasuk yang baru-baru ini menutup akses ke masjid, menggeledah jamaah sholat dan  memasang metal detector dan bentrokan berdarah dengan jamaah majid yang akan berziarah dan sholat" kata Kharis Almasyhari kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menanggapi insiden berdarah di Masjid Al Aqsa tersebut,  Kharis meminta Kementerian Luar Negeri RI mengajukan protes ke PBB terkait langkah Israel tersebut.

"Indonesia bisa mengirimkan nota protes ke PBB sebagai negara anggota PBB dengan mayoritas Umat Islam kita minta PBB agar melindungi Masjid Al Aqsa dari penjajahan dan kesewenangan rezim Zionis penjajah tersebut, kalau perlu PBB kirim pasukan perdamaian kesana karena resolusi PBB itu memungkinkan agar tidak muncul kembali upaya Zionis mengganggu Masjid Al Aqsa,"  jelas Kharis.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga pria Arab bersenjata yang melakukan serangan telah ditembak mati tak lama setelah menembaki dua polisi Israel hingga tewas pada Jumat (14/7) pagi.  Aksi tiga pemuda itu sebagi bentuk perlawanan terhadap penjajahan masjid kiblat pertama umat Islam tersebut. Umat Islam sangat sulit menjalani ibadah di tempat suci itu.

"Sebagai umat Islam kita diwajibkan shalat Jumat dan  shalat 5 kali dalam sehari, dan itu dianjurkan berjamaah di masjid, jadi Israel harus tahu betul  jangan menghalangi apalagi mempersulit akses ke Masjid Al Aqsa bagi setiap muslim yang ingin beribadah dan berziarah di tempat Nabi Muhammad SAW Isra dan Miraj sehingga ketegangan dan gesekan yang tidak perlu terjadi di situs suci Masjid Al Aqsa," kata anggota Fraksi PKS ini.

Ia mengatakan persoalan Masjid Al Aqsa akan terus berlarut-larut selama penjajah Zionis Israel terus menguasai setiap jengkal tanah Palestina.

"Dalam Pembukaan UUD 45 jelas sekali amanat Konstitusi kita menyatakan dan menegaskan bahwa Kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan. Ini pekerjaan rumah besar kita  dari para pendiri Bangsa untuk Kemerdekaan Palestina" pungkas Kharis.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga