Sabtu, 23 September 2017

Wawali Makassar Motivasi Ribuan Mahasiswa Unhas

id wakil walikota makassar, unhas
Wawali Makassar Motivasi Ribuan Mahasiswa Unhas
Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal (kanan) saat memotivasi ribuan mahasiwa baru Fisip Unhas di Kampus Unhas, Makassar, Selasa (15/8). (FOTO/Dokumentasi)
Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal memotivasi ribuan mahasiwa baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Hasanuddin, Makassar agar dapat menyelesaikan kuliah tepat waktu dan berkontribusi bagi bangsa.

"Tujuan kita belajar itu apa?, pastinya ingin menjadi pintar dan berguna bagi masyarakat kan," Deng Ical -- sapaan akrab Syamsu Rizal di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, menjadi pintar secara akademik bukan tujuan utama, melainkan bagaimana menjadi pintar secara holistik dalam artian secara intelektual, emosional dan spiritual.

"Memiliki ilmu yang tinggi tanpa iman itu tidak ada gunanya karena melihat dinamika kehidupan berbangsa saat ini itu tidak lepas dari peran orang-orang pintar. Makanya, saya tegaskan jika pintar secara holistik itu sangat penting," katanya.

Deng Ical dalam kesempatan itu juga menekankan besarnya peran mahasiswa karena generasi pelanjut secara berjenjang berada di tangan mahasiswa dan siswa.

"Di Sulawesi Selatan itu ada 24 kepala daerah dan tujuh di antaranya itu merupakan alumni Fisip Unhas. Berarti dari 24 kabupaten tersebut hampir 30 persen di isi oleh orang-orang fisip Unhas," katanya.

Karenanya, dia berharap kepada seluruh anak mahasiswa baru Sospol Unhas ini agar lebih termotivasi untuk menjadi seorang pemimpin bangsa dan daerah ini.

"Saya harap anda semua bisa mengikuti jejak para senior atau bahkan menjadi lebih baik lagi dari pada itu," harap Ketua Harian Fisip Unhas ini.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa di fakultas ilmu sosial dan politik itu memiliki bidang studi keilmuan yang sangat terbuka sehingga gampang di masuki banyak orang tapi juga bisa mengambil ilmunya orang.

"Anak sospol itu memiliki kemampuan beradaptasi dan transformasi, dan itu tidak bisa di pelajari banyak orang sehingga ilmu itu di anggap sangat mahal," ungkapnya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga