Senin, 25 September 2017

Ditpolair Polda Sulbar Tambah Kapal Patroli

id dirpolair, polda sulbar, kapal patroli, siamasei xxxiii-3003
Ditpolair Polda Sulbar Tambah Kapal Patroli
Direktur Polair Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Toni Ariadi (ANTARA FOTO/Amirullah)
Mamuju (Antara Sulbar) - Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sulawesi Barat menambah satu kapal patroli tipe C1 "Rigid Inflatable Boat (RIB)" Siamasei XXXIII-3003.

"Dengan penambahan satu unit patroli yang tergolong canggih tersebut maka pengamanan kemaritiman di wilayah perairan Sulbar akan tercakup semua," kata Direktur Polair Polda Sulbar Komisaris Besar Polisi Toni Ariadi di Mamuju, Selasa.

Menurut dia, Siamasei XXXIII-3003 merupakan kapal tipe tertinggi dari kapal bertipe C dengan panjang sekitar 27 meter dan kecepatan hingga 22 knot.

Kapal yang memiliki dua mesin ditambah mesin genset dengan awak kapal minimal 10 orang itu mampu menjelajah wilayah perairan dengan teknologi yang lumayan canggih dan dilengkapi dengan radar, GPS, serta alat komunikasi lainnya.

Kapal patroli tipe C RIB saat ini hanya dimiliki enam kepolisian daerah di Indonesia, yakni Polda Maluku Utara, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Polda Sulawesi Barat.

"Jadi, penambahan kapal patroli ini akan meningkatkan pengamanan perairan di wilayah Sulbar hingga ke perbatasan perairan Kaltim yang merupakan kawasan ALKI II (Alur Laut Kepulauan Indonesia)," kata Toni.

Sejak pekan lalu kapal patroli tipe C1 RIB Siamasei XXXIII-3003 resmi dioperasikan dan telah digunakan untuk patroli di sepanjang wilayah perairan Sulbar, dari Polewali Mandar, Mamuju Utara, hingga ke Selat Makassar dan perbatasan perairan Pulau Kalimantan.

Pengamanan jalur laut wilayah Sulbar, kata Toni, dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan maritim, di antaranya pencurian ikan, perompakan, penyelundupan narkoba, serta penjualan manusia melalui jalur laut, termasuk mencegah terjadinya perusakan biota laut akibat penggunaan alat tangkap berbahaya.

"Pada setiap patroli, kami akan memeriksa setiap kapal, baik dokumen maupun barang bawaan, untuk mencegah penyelundupan narkoba, mengantisipasi masuknya teroris, perdagangan manusia, serta bahan pembuat bom," kata Toni.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga