Sabtu, 23 September 2017

Menko Kemaritiman: Kepercayaan Publik Indonesia Meningkat

id luhut panjaitan, unhas
Menko Kemaritiman: Kepercayaan Publik Indonesia Meningkat
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberi kuliah umum di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (26/8). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar (Antara Sulsel) - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengatakan kepercayaan publik di Indonesia makin terus meningkat, terbukti posisi Indonesia nomor urut 1 di dunia.

"Indonesia dari kepercayaan publik, terpecaya nomor satu di dunia, `gold`. Ini dari hasil `pooling` institusi bergengsi di dunia," kata Luhut pada kuliah umum di Gedung Baruga AP Pettarani, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, kondisi itu sejalan dengan survei rata-rata tertinggi dalam tujuh tahun terakhir pada semua lini berjalan dengan baik.

Sebagai gambaran, perkembangan di bidang infrastruktur, penurunan angka kemiskinan dan juga "investment grade" dalam kepercayaan investasi di Indonesia itu semakin baik.

Diakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih melambat 5,1 - 5,2 persen yang didorong oleh konsumsi, namun dalam upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan.

Dari sisi komoditas ekspor, telah ditekankan untuk melakukan pengolahan, tidak lagi dalam bentuk "raw material" atau bahan baku.

Sementara dari investment grade yang terkait dengan kepercayaan investasi di Indonesia, karena sudah dinilai aman untuk berinvestasi telah memicu suku bunga turun menjad 25 basis poin.

Dari pembangunan infrastruktur, lanjut dia, juga meningkat dan kini digencarkan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) salah satunya di Wamena, Papua.

"Kalau dulu buang dana yang tidak pas, sekarang efisiensi dan pas untuk bangun infrastruktur, karena disadari hanya 20 persen dari dana APBN yang bisa mendanai infrastruktur," tuturnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina mengatakan, kehadiran Menko Kemaritiman untuk memberikan kuliah pada mahasiswa baru bertujuan untuk memotivasi dan memberikan pencerahan pada mahasiswa, termasuk berbagi pengalaman.

"Banyak yang harus dipelajari dan menjadi contoh dari pemateri untuk mendorong kemajuan pendidikan mahasiswa sebagai bekal dan persiapan ke depan," ujarnya.

Editor: Laode Masrafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga