Senin, 25 September 2017

16 Perupa Ambil Bagian Di F8 Makassar

id f8, perupa murni, Makassar International Eight Festival and Forum, muhammad roem
16 Perupa Ambil Bagian Di F8 Makassar
Panitia penyelenggara F8 Makassar, Muhammad Roem (ANTARA FOTO/Abd Kadir)
Makassar (Antara Sulsel) - Sebanyak 16 orang perupa murni atau "fine art" ambil bagian dalam even seni, budaya dan hiburan yang bertajuk "Makassar International Eight Festival and Forum (F8) 2017."

"Mereka yang mengambil bagian untuk fine art ada 16 orang dan semuanya dari Makassar, sebagian juga ada perwakilan dari dua kampus berbeda," ucap panitia penyelenggara F8 Makassar, Muhammad Roem di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, fine art merupakan salah satu bagian dari kegiatan F8 di mana pesertanya cukup banyak, apalagi ada beberapa kampus di Makassar yang memang menyiapkan jurusan khusus untuk seni rupa ini.

Roem yang juga Kepala Bidang Promosi dan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Makassar itu menyatakan, jika fine art mengambil tema khusus pada kegiatan tersebut.

Adapun panitia penyelenggara telah menentukan tema fine art ini yakni dengan mengeksplorasi kearifan lokal Makassar. Semua karya yang telah dihasilkan juga akan dipamerkan kepada umum.

"Jadi konsepnya itu bertemakan kearifan lokal Kota Makassar. Apalagi hasil karya lukisan ini untuk dipamerkan pada masyarakat agar mereka tahu bagaimana cara melukisnya," katanya.

Terpisah, pelukis Fine Art F8, Rahman Arif menyampaikan, bahwa ia bangga bisa ambil bagian di Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) itu karena salah satu cara memperkenalkan karyanya dengan memamerkannya.

"Karena ini even resmi dan berskala internasional. Bahkan sekali setahun digelar. Saya bersyukur bisa tampilkan karya ini karena ini salah satu cara agar karya-karya kita dikenal lebih luas," katanya.

Pada festival ini, penyelenggara telah menetapkan tema untuk dieksplorasi seperti karya seni perahu Phinisi, kuliner ketupat dan pisang epe yang semuanya adalah kearifan lokal yang sangat familiar di kota ini.

"Temanya saya ambil dari kearifan lokal yang disampaikan panitia. Ini paling tepat sekali untuk dikembangkan setelah F8 ini. Saya juga berharap kalau bisa pemerintah lebih perhatikan lah seni ini," katanya.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga