Sabtu, 23 September 2017

Mentan : Stok Beras Nasional Aman

id wajo, menteri pertanian, amran sulaiman, panen raya
Mentan : Stok Beras Nasional Aman
Mentan Amran Sulaiman dan Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru (kanan) memberikan bantuan alat dan mesin pertanian saat panen raya di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Kamis (7/9). (FOTO/Sapriadi Pallawalino)
Sengkang (Antara Sulsel) - Menteri Pertanian  (Mentan) Amran Sulaiman, menegaskan stok beras nasional  menjelang akhir  2017 terbilang aman, bahkan jauh di atas kebutuhan nasional.

"Stok beras nasional 1,7 juta ton sedangkan kebutuhan beras sejahtera (rastra) hanya 213.000 ton per bulan, mampu mencukupi kebutuhan hingga April tahun depan karena nanti ada operasi pasar. Februari 2018 kita sudah masuk musim panen raya sehingga produksi bertambah dan stok langsung terisi kembali," kata Amran, saat melakukan panen raya di Desa Wele, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis.

Menurut Amran, meskipun musim kering,  kegiatan pengolahan, tanam, dan panen tetap berjalan karena pihaknya melakukan program percepatan tanam dengan memberikan bantuan ke daerah berupa pompa air dan alat mesin pertanian lainnya.

"Jadi walaupun musim kering, petani tetap olah lahan, tanam dan berproduksi, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga dan bahkan naik. Ini terlihat nilai tukar petani bulan Agustus kemarin naik," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru, pada kesempatan tersebut menyebut Mentan Amran sebagai penyelamat petani.

Burhanuddin menambahkan, pertanian di Kabupaten Wajo mendapat perhatian yang sangat tinggi dari Kementerian Pertanian berupa volume bantuan yang cukup banyak.  

"Produksi pangan khususnya padi meningkat, masyarakat Wajo pun kesejahteraanya naik. Karena itu, Menteri Amran kita beri gelar Penyelamat Petani,” kata Bupati Wajo dua periode ini.

Menurutnya, di era Amran lahan baku sawah di Kabupaten Wajo seluas 99.720 hektar tertanami semua. Implementasi program Upaya Khusus berupa bantuan benih, alat mesin pertanian serta pendampingan yang melibatkan TNI, berdampak positif pada pemanfaatan total lahan sawah tersebut.

"Tak hanya itu, Kementan juga memberikan bantuan program pengembangan cabai di tahun 2017 seluas 100 hektare, masing-masing 50 hektare untuk cabai besar dan kecil. Untuk mendukung program ini, Pemerintah Wajo telah mencanangkan program Gerakan Tanam Cabai sehingga ketersediaan cabai terjamin dan harga stabil,” ujar Burhanuddin.

Adapun bantuan Kementan untuk Kabupaten Wajo meliputi traktor roda dua sebanyak 80 unit, traktor roda empat sebanyak tiga unit, pompa air 80 unit, transplanter (alat tanam) 13 unit, combine harvester besar dan kecil 29 unit, corn harvester dua unit, corn seller 10 unit, dan power threser multi guna enam unit.

Panen raya Menteri Pertanian di Kabupaten Wajo ini juga dihadiri Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Syakir, Komisaris PT Pertani, Mochamad Safri Sabit, Kapolres Wajo AKBP NT Nurohmad dan para pemuda tani yang tergabung dalam program Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Kementan.

Editor: Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga