Budidaya Rumput Laut Bantaeng Belum Digarap Maksimal
Selasa, 19 Oktober 2010 22:23 WIB
(FOTO ANTARA/Saiful Bahri)
Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Areal pengembangan budidaya rumput laut Kabupaten Bantaeng yang terbentang seluas 5.375 Ha belum digarap maksimal sebab dari areal seluas itu, baru 3.815 Ha yang dimanfaatkan atau sekitar setengah dari potensi areal budidaya yang dimiliki.
Dengan kondisi tersebut tergambar bahwa potensi areal budidaya rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini masih terbuka untuk dikembangkan.
Hal itu terungkap pada Lokakarya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM ? MKP) di Bantaeng, Selasa.
Lokakarya sehari tersebut diikuti 50 peserta utusan kelompok pengolah dan budidaya rumput laut di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini, kata Ketua Panitia Ir Amriani Anwar, MSi.
Pembukaan lokakarya tersebut ditandai penyerahan buku rekening secara simbolis kepada kelompok budidaya Pakalabbiri dan Julu Ati serta kelompok Pengolahan Mega Anugerah dari Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten II Syamsu Suli disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantaeng H Abd Latief Naikang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli mengatakan, potensi rumput laut Bantaeng terbentang disepanjang garis pantai 21,5 kilometer yang meliputi 16 desa/kelurahan.
Desa dan kelurahan tersebut merupakan desa pesisir yang didiami 802 rumah tangga perikanan nelayan dan 3.819 rumah tangga perikanan pembudidaya rumput laut .
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan potensi tersebut dengan baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sebab sebagian besar masyarakat pesisir dan nelayan masih tergolong masyarakat miskin (tertinggal).
Untuk itu, sambung Syamsu Suli mengutip Bupati, diperlukan kepedulian dari semua pihak. Departemen Kelautan dan Perikanan sendiri melakukannya melalui program nasional mandiri.
Ini merupakan komitmen nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, terangnya seraya mengatakan, Bantaeng merupakan salah satu kabupaten dari 120 kabupaten di Indonesia yang mendapat program nasional tersebut.
Daerah ini sudah dua tahun ditunjuk sebagai penerima dana PNPM ? MKP yang sumber dananya dari Kementerian DKP, tambah bupati yang menyatakan, sasaran program adalah masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir.
Selain itu, masyarakat di luar pesisir yang memiliki kegiatan di bidang perikanan dan kelautan seperti kegiatan budidaya, penangkapan dan pengolahan hasil perikanan serta wirausahawan baru yang terdiri atas sarjana yang baru memulai usaha di bidang kelautan dan perikanan juga menjadi sasaran, tandasnya.
Bupati Bantaeng berharap, pelaksanaan PNPM - MKP lebih menyentuh sasaran program. Ia juga berharap, hasil lokakarya ini dapat dijadikan rujukan untuk pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang. (T.pso-102/F003)
Dengan kondisi tersebut tergambar bahwa potensi areal budidaya rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini masih terbuka untuk dikembangkan.
Hal itu terungkap pada Lokakarya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Kelautan dan Perikanan (PNPM ? MKP) di Bantaeng, Selasa.
Lokakarya sehari tersebut diikuti 50 peserta utusan kelompok pengolah dan budidaya rumput laut di Kabupaten berjuluk Butta Toa ini, kata Ketua Panitia Ir Amriani Anwar, MSi.
Pembukaan lokakarya tersebut ditandai penyerahan buku rekening secara simbolis kepada kelompok budidaya Pakalabbiri dan Julu Ati serta kelompok Pengolahan Mega Anugerah dari Bupati Bantaeng yang diwakili Asisten II Syamsu Suli disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bantaeng H Abd Latief Naikang.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Syamsu Suli mengatakan, potensi rumput laut Bantaeng terbentang disepanjang garis pantai 21,5 kilometer yang meliputi 16 desa/kelurahan.
Desa dan kelurahan tersebut merupakan desa pesisir yang didiami 802 rumah tangga perikanan nelayan dan 3.819 rumah tangga perikanan pembudidaya rumput laut .
Ia berharap, masyarakat memanfaatkan potensi tersebut dengan baik untuk mendorong peningkatan kesejahteraan sebab sebagian besar masyarakat pesisir dan nelayan masih tergolong masyarakat miskin (tertinggal).
Untuk itu, sambung Syamsu Suli mengutip Bupati, diperlukan kepedulian dari semua pihak. Departemen Kelautan dan Perikanan sendiri melakukannya melalui program nasional mandiri.
Ini merupakan komitmen nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menanggulangi kemiskinan, terangnya seraya mengatakan, Bantaeng merupakan salah satu kabupaten dari 120 kabupaten di Indonesia yang mendapat program nasional tersebut.
Daerah ini sudah dua tahun ditunjuk sebagai penerima dana PNPM ? MKP yang sumber dananya dari Kementerian DKP, tambah bupati yang menyatakan, sasaran program adalah masyarakat yang berdiam di wilayah pesisir.
Selain itu, masyarakat di luar pesisir yang memiliki kegiatan di bidang perikanan dan kelautan seperti kegiatan budidaya, penangkapan dan pengolahan hasil perikanan serta wirausahawan baru yang terdiri atas sarjana yang baru memulai usaha di bidang kelautan dan perikanan juga menjadi sasaran, tandasnya.
Bupati Bantaeng berharap, pelaksanaan PNPM - MKP lebih menyentuh sasaran program. Ia juga berharap, hasil lokakarya ini dapat dijadikan rujukan untuk pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pembangunan kelautan dan perikanan di masa datang. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sulsel ganti pelampung botol plastik rumput laut dengan buoy ramah lingkungan
06 September 2025 5:26 WIB
ARLI-SCSFRI fasilitasi pelatihan peningkatkan budidaya perikanan dan rumput laut
01 December 2024 19:14 WIB, 2024
Mahasiswa Unsulbar belajar budidaya rumput laut di Rumah Penyu Mampie Polman
13 June 2024 20:04 WIB, 2024
PLN berhasil tingkatkan kapasitas produksi pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara
17 November 2022 5:58 WIB, 2022
KKP : Revitalisasi usaha budidaya rumput laut tingkatkan produktivitas dan daya saing
21 October 2021 20:36 WIB, 2021
Unhas dampingi kelompok budidaya rumput laut setelah banjir Bantaeng
30 December 2020 15:26 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kepala BPH Migas: Penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Makassar berjalan tertib
04 June 2026 18:09 WIB