Harga Jagung di Mamuju Turun
Kamis, 4 Oktober 2012 2:06 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Para petani di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat yang baru selesai panen resah, yakni terkait harga komoditi itu turun.
Alimuddin salah seorang petani di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju, Rabu, mengatakan bahwa sejumlah petani di Kecamatan Korossa yang mengembangkan tanaman jagung sudah mulai memanen hasil pertaniannya itu.
Ia mengatakan, dalam setiap hektare petani mampu memanen hingga enam ton jagung hasil itu dianggap petani cukup memuaskan.
Namun kata dia, petani yang memiliki tanaman jagung mencapai ratusan hektare di Kecamatan Korossa mengeluh karena disaat mereka panen harga jual tanaman jagungnya itu mengalami penurunan.
"Harga jual jagung yang kami panen turun dibandingkan panen tiga bulan lalu turun dari harga Rp2.500 perkilogram, menjadi Rp2.300 perkilogram,"katanya.
Menurut dia, para pedagang pengumpul tanaman jagung tidak menjelaskan mengapa harga jual tanaman jagung petani turun.
"Petani merasa rugi karena harga pupuk untuk tanaman jagung mereka dibandingkan tiga bulan lalu mengalami kenaikan, sementara harga jagung mereka saat ini turun tanpa sebab,"katanya.
Ia mengatakan, pemerintah harus membantu petani mengendalikan harga jagung mereka yang mengalami penurunan pada saat dibeli pedagang pengumpul agar petani tidak mengalami kerugian.
"Petani berharap harga pembelian jagung petani dapat kembali naik agar pada saat panen yang akan datang petani tidak lagi mengalami kerugian karena harga pupuk mahal sementara harga jual jagung turun,"katanya.(T.KR-MFH/I014)
Alimuddin salah seorang petani di Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju, Rabu, mengatakan bahwa sejumlah petani di Kecamatan Korossa yang mengembangkan tanaman jagung sudah mulai memanen hasil pertaniannya itu.
Ia mengatakan, dalam setiap hektare petani mampu memanen hingga enam ton jagung hasil itu dianggap petani cukup memuaskan.
Namun kata dia, petani yang memiliki tanaman jagung mencapai ratusan hektare di Kecamatan Korossa mengeluh karena disaat mereka panen harga jual tanaman jagungnya itu mengalami penurunan.
"Harga jual jagung yang kami panen turun dibandingkan panen tiga bulan lalu turun dari harga Rp2.500 perkilogram, menjadi Rp2.300 perkilogram,"katanya.
Menurut dia, para pedagang pengumpul tanaman jagung tidak menjelaskan mengapa harga jual tanaman jagung petani turun.
"Petani merasa rugi karena harga pupuk untuk tanaman jagung mereka dibandingkan tiga bulan lalu mengalami kenaikan, sementara harga jagung mereka saat ini turun tanpa sebab,"katanya.
Ia mengatakan, pemerintah harus membantu petani mengendalikan harga jagung mereka yang mengalami penurunan pada saat dibeli pedagang pengumpul agar petani tidak mengalami kerugian.
"Petani berharap harga pembelian jagung petani dapat kembali naik agar pada saat panen yang akan datang petani tidak lagi mengalami kerugian karena harga pupuk mahal sementara harga jual jagung turun,"katanya.(T.KR-MFH/I014)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bapanas: Penyesuaian HPP gabah, beras dan jagung untuk dukung swasembada
02 January 2025 12:15 WIB, 2025
Pemkab Sinjai dan UD Naila Tani teken MoU untuk stabilitas harga jagung
06 November 2024 1:10 WIB, 2024
Kementan targetkan luas tanam jagung 2022 mencapai 4,26 juta hektare
25 February 2022 12:12 WIB, 2022
Presiden Jokowi bersama Menko Ekonomi dan Mentan tanam jagung di Jeneponto
23 November 2021 14:01 WIB, 2021
Peternak tagih janji Presiden Jokowi soal pengadaan 30 ribu ton jagung pakan
11 October 2021 11:59 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kepala BPH Migas: Penyaluran BBM subsidi bagi nelayan di Makassar berjalan tertib
04 June 2026 18:09 WIB