Nelayan Pulau Aimando Kesulitan Beli Solar
Senin, 3 November 2014 14:23 WIB
Biak (ANTARA Sulsel) - Sedikitnya 40-an nelayan di kepulauan Distrik Aimando dan Padaido kesulitan membeli bahan bakar solar untuk melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan setempat.
Dorus Rumbiak, salah seorang nelayan di Biak, Senin, mengakui akibat kesulitan memperoleh bahan bakar solar menghambat kegiatan menangkap ikan sehingga mempengaruhi pendapatan nelayan.
"Kami minta DPRD, Pemkab dan Pertamina menyediakan agen penyalur khusus nelayan sehingga bisa menyediakan kebutuhan bahan bakar untuk nelayan," ujarnya.
Ia mengakui, karena kesulitan mendapatkan bahan bakar para nelayan harus membeli di agen pengecer jalanan sehingga harganya melonjak hingga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu/liter.
Nelayan lain, Demetrius mengharapkan pemkab dan Pertamina menyediakan fasilitas agen penyalur minyak solar nelayan.
"Selama dua tahun ini kami kesulitan mendapatkan minyak solar, ya hal ini telah menjadi persoalan serius nelayan dalam membantu menangkap ikan di laut," ungkap Demetrius.
Ketua sementara DPRD Zeth Sandy mengharapkan adanya solusi dalam mengatasi keluhan nelayan untuk kebutuhan bahan bakar minyak khusus nelayan.
"DPRD sangat prihatin dengan kenyataan kesulitan nelayan mendapatkan bahan ikan, ya solusinya perlu kemudahan menyediakan fasilitas agen penyalur minyak nelayan," kata Ketua DPRD sementara Zeth Sandy.
Puluhan nelayan pulau Aimando dan Padaido mendatangi DPRD Biak Senin siang, diterima Ketua sementara DPRD Zeth Sandy dan anggota dewan perempuan Dorkas Wambrauw, Yosmina Bukorsyom serta Yohan Anthon Kho. Yuniardi
Dorus Rumbiak, salah seorang nelayan di Biak, Senin, mengakui akibat kesulitan memperoleh bahan bakar solar menghambat kegiatan menangkap ikan sehingga mempengaruhi pendapatan nelayan.
"Kami minta DPRD, Pemkab dan Pertamina menyediakan agen penyalur khusus nelayan sehingga bisa menyediakan kebutuhan bahan bakar untuk nelayan," ujarnya.
Ia mengakui, karena kesulitan mendapatkan bahan bakar para nelayan harus membeli di agen pengecer jalanan sehingga harganya melonjak hingga Rp10 ribu hingga Rp15 ribu/liter.
Nelayan lain, Demetrius mengharapkan pemkab dan Pertamina menyediakan fasilitas agen penyalur minyak solar nelayan.
"Selama dua tahun ini kami kesulitan mendapatkan minyak solar, ya hal ini telah menjadi persoalan serius nelayan dalam membantu menangkap ikan di laut," ungkap Demetrius.
Ketua sementara DPRD Zeth Sandy mengharapkan adanya solusi dalam mengatasi keluhan nelayan untuk kebutuhan bahan bakar minyak khusus nelayan.
"DPRD sangat prihatin dengan kenyataan kesulitan nelayan mendapatkan bahan ikan, ya solusinya perlu kemudahan menyediakan fasilitas agen penyalur minyak nelayan," kata Ketua DPRD sementara Zeth Sandy.
Puluhan nelayan pulau Aimando dan Padaido mendatangi DPRD Biak Senin siang, diterima Ketua sementara DPRD Zeth Sandy dan anggota dewan perempuan Dorkas Wambrauw, Yosmina Bukorsyom serta Yohan Anthon Kho. Yuniardi
Pewarta : Muhsidin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi meski harga minyak dunia naik
09 March 2026 17:04 WIB
Korban tewas akibat ledakan truk tangki di Nigeriabertambah menjadi 181 orang
23 October 2024 15:16 WIB, 2024
BRIN: Indonesia memiliki potensi besar limbah jelantah untuk dijadikan avtur
30 May 2024 15:22 WIB, 2024
PLN: Produksi 'hidrogen hijau' menjadi bahan bakar masa depan Indonesia
08 December 2023 7:39 WIB, 2023