Makassar (Antara Sulsel) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar memberikan pelatihan kepada para penggerak rumah singgah warga (shelter) demi memaksimalkan peran warga.
"Problematika kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan momok yang perlu ditangani secara bersama-sama dan terpadu dengan keterlibatan masyarakat dalam melakukan penyadaran melalui kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujar Kepala DP3A Makassar, Tenri Ampa Palallo di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, pelatihan bagi para penggerak shelter warga ini dimaksudkan agar perlindungan berbasis rukun tetangga dan rukun warga (RT-RW) berjalan efektif dalam menangani kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan.
Tenri mengaku jika hingga saat ini, masih kerap menemukan adanya kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan terhadap anak.
"Makanya, pelatihan-pelatihan rutin kita lakukan dan ini memang pelatihan perlu melibatkan masyarakat melalui shelter warga dalam upaya mediasi serta menangani persoalan seperti itu," katanya.
Dikatakannya, persoalan anak dan perempuan adalah persoalan bersama, maka upaya pencegahan dan penanganannya harusnya berbasis RT/RW melalui shelter warga.
"Jadi tim shelter warga dibekali kemampuan melalui pelatihan pengelolaan agar mampu menanggulangi persoalan perempuan dan anak berbasis RT/RW, di mana diutamakan penyelesaian dengan pendekatan persuasif," ungkapnya.
Keuntungan lain dari keberadaan shelter warga, yakni mampu menjangkau hingga di lorong-lorong serta berpotensi dapat menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak secara cepat dan tepat.
"Pelibatan masyarakat melalui kemitraan ini tentunya dibutuhkan kemampuan dalam mendampingi korban kekerasan, maka pelatihan ini sangat penting," lanjutnya.
Dalam kesempatan ini, DP3A Makassar membagikan kelengkapan seperti rompi tim shelter warga yang terdiri dari volunteer dan paralegal sebagai identitas dalam mendampingi persoalan di lapangan.
Selain melakukan pencegahan tindak kekerasan melalui kampanye Jagai Anakta, DP3A Makassar intensif mengembangkan Shelter Warga di sejumlah kelurahan. Tidak hanya itu, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) siap menerima aduan masyarakat.
DP3A Makassar Latih Warga Penggerak "Shelter"
Rabu, 4 Oktober 2017 9:41 WIB
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DP3A Makassar libatkan penyintas susun rencana aksi tangani kekerasan anak
12 February 2026 19:58 WIB
DP3A Makassar memberikan atensi khusus untuk kasus perempuan dan anak
29 January 2025 0:18 WIB, 2025
YLKI: Potensi cukai minuman pemanis capai Rp3,2 triliun pada APBN 2025
25 January 2025 0:40 WIB, 2025
DP3A Makassar perkuat sinergi untuk perlindungan perempuan dan anak
29 November 2024 23:00 WIB, 2024
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kapasitas angkutan sampah di Makassar hanya bisa jangkau 67 persen timbulan sampah
08 June 2026 5:31 WIB