Nobel untuk sastra 2018 ditiadakan

id nobel,bidang sastra,akademi swedia,skandal seks

Nobel untuk sastra 2018 ditiadakan

Ilustrasi medali Hadiah Nobel. (NobelPrize.org)

Stokholm (Antaranews Sulsel) - Hadiah Nobel untuk sastra pada 2018 ditiadakan akibat tuduhan perilaku seksual tidak senonoh menyebabkan sejumlah anggota dewan Akademi Swedia, yang membuat penghargaan itu, mundur, kata Akademi tersebut pada Jumat.

"Keputusan itu dibuat dalam pandangan Akademi saat ini dan kepercayaan umum berkurang di Akademi," katanya dalam pernyataan.

"Pemilihan pemenang berada pada tahap lanjut dan akan berlanjut seperti biasa dalam bulan-bulan mendatang tetapi Akademi perlu waktu untuk mendapatkan kembali penghargaan lengkapnya, melibatkan lebih banyak anggota dan mendapatkan kembali kepercayaan dalam tugasnya sebelum pemenang Hadiah Sastra berikutnya diumumkan," katanya.

Akademi Swedia akan memberikan dua hadiah pada 2019.

Dewan penulis dan ahli bahasa bergengsi itu berurusan dengan tuduhan pelanggaran seksual suami dari salah satu anggotanya dan kebocoran nama beberapa pemenang hadiah itu menjelang pengumuman resmi.

Juru foto dan tokoh budaya, Jean-Claude Arnault, yang menikah dengan penulis dan anggota Akademi Swedia, Katarina Frostenson, menyangkal semua tuduhan itu, baik soal pelecehan seksual maupun kebocoran nama pemenang itu, kata pengacaranya kepada Reuters, Kamis.

Penundaan atau pembatalan hadiah jarang terjadi tapi pernah terjadi.

Tidak ada penghargaan pada 1940 hingga 1943, karena Perang Dunia Kedua, sementara novelis Amerika Serikat, William Faulkner, menerima hadiah itu setahun lebih lambat pada 1950 ketika dua hadiah dibagikan.

Aturan yayasan itu, yang mengatur wasiat penemu dinamit, Alfred Nobel, menyatakan, hadiah dapat ditahan hingga tahun berikutnya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar