Panwaslu Makassar perintahkan KPU kembalikan status pencalonan "DIAmi"

id calon walikota makassar,Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramstuti ,diami,panwaslu makassar,nursari

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar Nursari (tengah) membacakan putusan musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan Walikota Makassar di kantor Panwaslu Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (13/5/18). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Makassar (Antaranews Sulsel) - Panwaslu Makassar memerintahkan KPU setempat untuk segera mengembalikan status pencalonan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramstuti (DIAmi) sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar setelah sebelumnya dibatalkan.

"Memerintahkan termohon (KPU) untuk menerbitkan surat keputusan baru paling lambat tiga hari sejak putusan ini dibacakan," kata Ketua Panwaslu Makassar Nursari saat membacakan putusannya pada musyawarah penyelesaian sengketa pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar, Minggu.

Adapun beberapa hal dalam putusan yang dibacakan Nursari didampingi dua majelis musyawarah lainnya Abdillah Mustari dan Muthmainnah itu, yakni menerima permohonan pemohon (DIAmi).

Panwaslu menyatakan bahwa permohonan pemohon tidak melakukan pelanggaran pasal 71 ayat 3 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintahan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang.

Sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No 10 Tahun 2016 dengan pasal 89 ayat 2, PKPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagaimana diubah menjadi PKPU Nomor 15 Tahun 2017.

Panwaslu menyatakan surat keputusan (SK) KPU Kota Makassar No 64/P.KWK/HK.03.1-Kpt/7371/ KPU-Kot/IV/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2018 tertanggal 27 April 2018 batal dan berita acara adalah batal demi hukum.

Panwaslu memerintahkan termohon untuk menerbitkan surat keputusan tentang peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2018 yang memenuhi syarat, yaitu Munafri Arifuddin dan Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu), Moh Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi).

"Kepada KPU Makassar, memerintahkan termohon untuk menindaklanjuti putusan Panwaslu Kota Makassar paling lambat tiga hari sejak putusan ini dibacakan," katanya.

Sebelumnya, KPU Kota Makassar akhirnya mencoret kepersertaan pasangan calon Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) setelah adanya putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 250 K/TUN/ PILKADA/2018 tertanggal 23 April 2018 yang menolak kasasi dari KPU Makassar.

Selanjutnya dikeluarkan berita acara nomor BA 435/P.KWK/PL.03.3 BA/7371/KPU.kota/IV/ 2018 tentang Pencabutan

Status Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2018.

Selain itu dikeluarkan surat keputusan Nomor 64/P.KWK/HK.03.1.Kpt-7371/KPU-kota/IV/ 2018 tertanggal 27 April 2018 tentang Penetapan Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Tahun 2018.

"Menetapkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Munafri Arifuddin sebagai Calon Wali Kota dan Saudara Andi Rachmatika Dewi Yustitia Ikbal sebagai Calon Wali Kota Makassar," kata Ketua KPU Makassar M Syarief Amir.



(T.KR-MH/B/S023/S023) 13-05-2018 21:12:44
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar