Asita Sulsel garap potensi "sport tourism"

id asita sulsel,didi leonardo manaba,sport tourism,wisata olahraga,kepulauan selayar

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba (ANTARA FOTO/Abd Kadir)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan mulai menggarap sejumlah daerah yang berpotensi bagi pengembangan wisata olahraga atau "sport tourism".

Ketua DPD Asita Sulsel Didi L Manaba di Makassar, Selasa, mengatakan ada beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang cocok dan layak dijadikan destinasi wisata olahraga.

"Seperti di Kepulauan Selayar, Malino (Kabupaten, red.), Enrekang, Kabupaten Maros, dan sebagainya," kata dia.

Ia mencontohkan di Kepulauan Selayar terdapat bukit atau gunung yang bisa menjadi rute untuk kendaraan motor trail atau jenis motor cross.

Apalagi, di daerah tinggi itu masyarakat atau wisatawan bisa melihat Kepulauan Selayar secara luas dan hal tersebut tentu bisa menarik wisatawan.

Ia menjelaskan wisata olahraga selama ini hanya dibuat dalam konsep lari maraton lintas alam, seperti yang telah digelar Dinas Pariwisata Sulsel di beberapa daerah, seperti Malino, Pantai Bira, ataupun sekitar Karts Rammang-rammang di Kabupaten Maros.

Untuk jenis olahraga yang lebih ekstrem, katanya, memang belum mendapatkan wadah khusus.

Namun, pihaknya memahami hal itu karena untuk menjalankannya memang harus didukung sarana dan prasarana yang memadai.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada daerah yang mengambil imej "sport tourism", yakni Sumatera Selatan didukung berbagai fasilitas dan sarana yang lebih lengkap.

"Namun tidak ada salahnya jika bisa mengadopsi konsep `sport tourism` ini di Sulsel. Apalagi di Sulsel ini banyak daerah yang punya potensi," ujarnya.

Asita Sulsel memang sejak awal fokus memunculkan berbagai destinasi baru.

Ia mengakui potensi destinasi yang tersebar di sejumlah daerah di Sulsel memang belum begitu populer karena belum mendapatkan perhatian serius sehingga perlu untuk mulai digarap

Pihaknya fokus untuk pengembangan destinasi baru di Toraja, Enrekang, dan sejumlah daerah lain di Sulsel.

Daerah lainnya, seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Maros, dan Bantaeng, katanya, juga memiliki banyak potensi yang layak untuk dijual ke wisatawan domestik dan internasional.

Selain panorama alam yang mengagumkan, katanya, Sulawesi Selatan yang memiliki banyak kebudayaan asli yang tentunya patut ditawarkan ke masyarakat internasional.

"Untuk mengembangkan ratusan destinasi yang ada tentu harus mendapatkan komitmen bersama, baik pemerintah setempat, seluruh `stakeholder`, atau mitra kerja," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar