Kemenag Sulbar pantau hilal di Mamuju

id kemenag sulbar,pantau hilal,kawasan Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju,ramadhan

Kepala Kanwil Kemenag Sulbar H Muhdin (kiri) melakukan pemantauan hilal di desa Sumare, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa petang (15/5). ANTARA FOTO/Amirullah

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Bimmas Islam Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan pemantauan/pengamatan hilal di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju, Selasa petang.

Pengamatan hilal yang dilaksanakan di kawasan Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju itu, dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin, pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan pengurus Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Sulbar, perwakilan Pengadilan Agama Kabupaten Mamuju serta tim teknis Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Bimmas Islam Kemenag Sulbar.

Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Bimmas Islam Kemenag Sulbar Sukri Mondang mengatakan, dari hasil hisab atau perhitungan matematis diambil kesimpulan bahwa ijtima (konjungsi) menjelang awal bulan Ramadhan 1439 Hijriah terjadi pada hari Selasa, 15 Mei 2018 pukul 19. 51 Wita.

"Artinya, ijtima terjadi setelah terbenamnya matahari pukul 19.51 Wita atau kurang lebih dua jam setelah matahari terbenam. Sementara, matahari terbenam menurut hasil perhitungan/hisab diperkirakan pukul 18.01 Wita. Hasil penghitungan ini kemudian akan dikorelasikan pada fenomena empiris melalui pengamatan," terang Sukri.

Ia menjelaskan, ketinggian hilal hasil hisap secara kualitatif, baru 0 derajat minus 32 menit, dan berada di bawah ufuk mati.

"Artinya, bulan terlebih dahulu tenggelam sebelum matahari terbenam dan berada di bawah horizon. Sedangkan, arah hilal berada pada 13 jam, 55 menit, 18,27 detik dan berada sebelah Selatan matahari," jelas Sukri.

Sedangkan, saat dilakukan Rukyatul Hilal atau pengamatan pada Selasa petang pada pukul 18. 58 Wita dengan menggunakan teleskop tipe AVO 71 dengan kamera william optics yang memiliki kemampuan bisa mengamati tata surya secara keseluruhan dengan baik jika kondisi cuaca memungkikan, hilal tidak terlihat.

"Jadi, dari pengataman yang dilakukan petang ini, hilal belum terlihat di wilayah Sulbar. Pengamatan hilal juga terganggu akibat cuaca mendung di kawasan Mamuju," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin.

Hasil tersebut akan segera dilaporkan ke Kementerian Agama untuk menjadi salah satu pertimbangan pada sidang hisbat untuk menentukan awal Ramadhan 1439 Hijriah.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar