Tokoh agama Sulbar deklarasi antigerakan teroris

id tokoh agama,sulbar,deklarasi antigerakan teroris,fkub

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin (ANTARA FOTO/Amirullah)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Para tokoh agama di Provinsi Sulawesi Barat menggelar deklarasi antigerakan teroris sebagai komitmen dalam menjaga daerah itu tetap kondusif dan tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penandatanganan deklarasi antigerakan teroris yang berlangsung di Kantor Kemenag Sulbar, pada Selasa itu, dihadiri Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin, Komandan Korem 142 Tatag, pimpinan FKUB, Kesbangpol serta tokoh lintas agama di daerah itu.

"Penandatangakan deklarasi antigerakan teroris dan pembacaan ikrar antiradikalisme ini sebagai bentuk komitmen para tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat di Sulbar untuk tetap menjaga kamtibmas dan mencegah masuknya paham yang dapat mengganggu toleransi antarumat beragama di Sulbar," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin.

Selain menandatangani deklarasi antigerakan teroris, juga dilaksanakan doa bersama lintas agama untuk keselamatan bangsa dan negara.

Penandatangan deklarasi antigerakan teroris itu dilakukan oleh tokoh agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha serta Kapolda Sulbar, Kepala Kanwil Kemenag Sulbar dan Komandan Korem 142 Tatag.

Sejumlah poin deklarasi yang dibacakan dan ditandatangani oleh para pemuka agama, yakni menyatakan menolak setiap gerakan terorisme dan radikalisme dalam bentuk apapun di seluruh penjuru nusantara, khususnya di Provinsi Sulawesi Barat, karena bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menjunjung tinggi kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa dan negara serta menolak segala bentuk kegiatan apapun yang berhubungan dengan gerakan terorisme dan radikalisme sebab bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan di Indonesia.

Para tokoh agama menyatakan siap meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya dan usaha pembentukan dan penyebaran faham radikalisme di Wilayah Provinsi Sulawesi Barat.

Poin lainnya, berkomitmen menebarkan kasih sayang kepada setiap jamaah atau masyarakat dengan pendekatan humanistik serta mengajak dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi agen perubahan bagi terwujudnya perdamaian dan melakukan perubahan positif dalam lingkungan masyarakat masing-masing di Sulawesi Barat.

Para tokoh lintas agama juga menyatakan siap bekerja sama serta mendukung pemerintah, TNI dan POLRI dalam menanggulangi dan memberantas gerakan terorisme dan radikalisme di seluruh kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.

"Deklarasi ini diharapkan sebagai langkah awal bagi masyarakat Sulawesi Barat untuk melakukan tindakan nyata bagi NKRI, terutama dalam pencegahan paham radikal-terorisme di Indonesia, khusunya di daerah itu," kata Kapolda Sulbar Brigjen Polisi Baharudin Djafar.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar