Kemenag Sulbar ingatkan masyarakat terkait bahaya radikalisme

id kemenag sulbar,radikalisme,teroris,bom surabaya,muhdin

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar H Muhdin (ANTARA FOTO/Amirullah)

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat H Muhdin mengingatkan masyarakat di daerah itu terkait bahaya yang ditimbulkan dari radikalisme.

"Tindakan teroris itu merupakan perbuatan yang merusak tatanan kehidupan yang selama ini kita bangun. Jadi kami mengimbau masyarakat di Sulbar untuk mencegah secara dini penyebaran paham teroris sebab hal itu sangat berbahaya," tegas Muhdin di Mamuju, Selasa.

Ia menyatakan, aksi teroris merupakan tindakan yang tidak terpuji dan tidak ada satu pun agama yang membenarkan perbuatan tersebut.

"Bahkan dalam agama Islam secara tegas disampaikan bahwa membunuh satu orang saja berarti sama saja membunuh semua umat manusia, itu menunjukkan bahwa perbuatan teroris itu memang sangat dilarang," kata Muhdin.

Masyarakat di Sulbar mengutuk keras terkait aksi teroris yang terjadi di Surabaya Jawa Timur.

Hal itu ditunjukkan dengan deklarasi anti gerakan teroris yang dilakukan tokoh lintas agama di Sulbar.

"Tentu, masyarakat Sulbar sangat mengutuk tindakan tersebut dan itu dibuktikan melalui deklarasi tokoh lintas agama yang semuanya mengecam dan tidak menerima perbuatan yang dilakukan para teroris tersebut," tegas Muhdin.

Kemenag Sulbar telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah paham dan aksi teroris di daerah itu. Salah satunya dengan mendorong peran empat pilar di setiap desa.

Empat pilar yang dimaksud, yakni kepala desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta penyuluh agama.

"Kami sejak lama telah bekerjasama dengan Polda Sulbar dan Korem 142 Tatag untuk melakukan pencegahan melalui peran empat pilar itu. Jika peran mereka ditingkatkan, maka saya optimistis dapat menangkal paham-paham radikal di daerah ini," ujar Muhdin.

Sementara itu, Ketua Wilayah Muhammadiyah Sulbar Wahyun Mawardi juga menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan teroris tersebut tidak dibenarkan oleh oleh agama apapun.

"Saya tegaskan, walaupun aksi yang dilakukan itu membawa simbol agama tetapi tindakan tersebut sangat bertentangan dengan agama. Tentunya, kami berharap kepada masyarakat agar tidak terprovokasi terhadap aksi seperti itu dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib untuk menuntaskannya melalui jalur hukum," kaa Wahyun Mawardi.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar